Menabung kalsium mulai usia 20-30 tahun demi cegah osteoporosis

Menabung kalsium mulai usia 20-30 tahun demi cegah osteoporosis

Ilustrasi berolahraga (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis rematik dan sendi lulusan Universitas Airlangga, DR. dr. Awalia, Sp.PD-KR, FINASIM, menyarankan orang-orang yang berusia 20 tahun hingga awal 30 tahun menabung kalsium guna mencegah terkena osteoporosis.

"Usia 20 sampai awal 30 tahun adalah rentang usia pada kondisi puncak massa tulang sehingga sangat disarankan untuk menabung kalsium guna mencegah osteoporosis," kata dia dalam melalui siaran pers, dikutip Rabu.

Menurut Awalia, cara menabung yang tepat yakni melakukan olahraga rutin untuk meningkatkan kepadatan tulang. Selain itu menimbangi dengan konsumsi makanan bergizi dan kalsium tinggi untuk mendapat kebutuhan vitamin dan mineral yang cukup dalam pembentukan tulang.

Osteoporosis biasanya menyerang orang dengan usia lanjut, namun usia tidak menjadi satu-satunya faktor penyakit ini. Kurangnya asupan kalsium dan aktivitas fisik juga menjadi faktor utama seseorang mengalami osteoporosis.

Baca juga: Hari Osteoporosis Sedunia, ketahui faktor risiko dan pencegahannya

Baca juga: Proses osteoporosis bisa terjadi di usia 30 tahun


Menurut data, diperkirakan 2 dari 5 penduduk Indonesia berisiko terkena osteoporosis yang bersifat tidak bergejala.

Terkait olahraga yang dibutuhkan untuk mencegah osteoporosis, Awalia mengatakan, gerakan melatih kekuatan otot dengan menggunakan badan sebagai penopang berat bisa menjadi pilihan. Menurut dia, olahraga seperti ini sangat penting untuk menjaga rangka tubuh dan menaikan massa otot.

"Seiring meningkatnya massa otot maka tulang juga akan terlindungi. Ketika kita memiliki massa otot yang baik maka aktivitas sehari-hari akan ditopang oleh otot sehingga tidak mengurangi kepadatan tulang atau tidak mudah jatuh," tutur Awalia.

Selebritas Cut Memey termasuk sosok yang peduli pada upaya mencegah osteoporosis khususnya wanita karena memiliki massa tulang yang lebih kecil bila dibandingkan dengan pria.

Selain itu, mereka juga melahirkan dan menyusui yang mempengaruhi kondisi tulang, kalsium dan vitamin dalam tubuh. Dia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan tulang agar tak berakibat penurunan kualitas hidup.

"Tulang kita adalah penopang seluruh tubuh kita. Sehingga, menjaga kesehatan tulang harus menjadi salah satu fokus utama kita. Ketika tulang kita bermasalah maka akan menghambat gerak serta rutinitas sehari-hari dan tentunya berakibat pada penurunan kualitas hidup," tutur dia.

Memey yang menjadi Brand Ambassador STRONG Nation™ di Indonesia itu bertepatan dengan perayaan Hari Osteoporosis Sedunia mengajak seluruh masyarakat terutama wanita lebih sadar pada bahaya osteoporosis.

"Di Hari Osteoporosis Sedunia ini, aku ingin mengajak seluruh masyarakat, terutama wanita untuk lebih sadar akan bahayanya penyakit osteoporosis," kata dia.

Baca juga: Dokter katakan osteoporosis bukan hanya disebabkan kekurangan kalsium

Baca juga: Tanda-tanda tubuh Anda kurang kalsium

Baca juga: Tofu hingga jeruk, si penyedia kalsium selain susu


 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar