ITAGI tetapkan kriteria vaksin "booster" untuk masyarakat umum

ITAGI tetapkan kriteria vaksin "booster" untuk masyarakat umum

Tangkapan layar Ketua ITAGI Sri Rezeki Hadinegoro saat sebagai pembicara dalam agenda pelatihan media yang diselenggarakan BPOM secara virtual di Jakarta, Selasa (19/10/2021). (ANTARA/Andi Firdaus).

Untuk yang primer dipakai Sinovac dua kali atau AstraZeneca dua kali atau di-'booster' dengan vaksin lain
Jakarta (ANTARA) - Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) menetapkan sejumlah kriteria vaksin "booster" (penguat) yang rencananya disuntikkan kepada masyarakat umum di Indonesia.

"Untuk 'booster' bisa vaksin yang sama dan berbeda. Kalau yang berbeda kita pilih yang punya efikasi tinggi dan daya tahan yang tinggi untuk varian virus baru," kata Ketua ITAGI Sri Rezeki Hadinegoro yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan rencana vaksinasi "booster" atau dosis ketiga sebagai penguat imun saat ini masih diteliti ITAGI bersama sejumlah pakar dari Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Indonesia.

Penelitian itu menyikapi permintaan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyusul program vaksinasi "booster" bagi masyarakat yang semakin menguat bergulir pada 2022.

"Memang benar kami bersama sejumlah universitas diminta Pak Budi Gunadi Sadikin meneliti 'booster'. Ini masih penelitian dan belum ada hasil," katanya.

Baca juga: Pemerintah berencana suntikan booster vaksin COVID-19 tahun depan

Sri mengatakan proses penelitian saat ini dilakukan terhadap beberapa varian vaksin yang beredar di Indonesia.

"Untuk yang primer dipakai Sinovac dua kali atau AstraZeneca dua kali atau di-'booster' dengan vaksin lain," katanya.

Salah satu metode penelitian dilakukan pada campuran vaksin Sinovac dosis 1 dan Sinovac dosis 2 dan untuk dosis ketiga juga menggunakan Sinovac.

Metode lainnya adalah Sinovac dosis 1 dan dosis kedua digabung dengan Moderna atau Pfizer sebagai "booster".

"Penelitian ini belum termasuk vaksin Merah Putih karena belum jadi," katanya.

Selain menyasar masyarakat berusia produktif dan remaja, kata Sri, ITAGI juga berencana menguji coba vaksin "booster" untuk kelompok masyarakat berusia di atas 60 tahun.

"Sebab kita tahu bahwa mereka (lansia, red.) sangat rentan terpapar oleh virus corona, akibat gangguan kekebalan tubuh," katanya.

Baca juga: ITAGI pertimbangkan booster berplatform mRNA untuk peserta umrah
Baca juga: Kemenkes minta ITAGI teliti vaksin COVID-19 terbaik untuk booster

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

DPR dorong pemerintah siapkan vaksin penguat dosis ketiga

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar