Rusia sebut Putin tak akan berangkat ke Glasgow untuk COP26

Rusia sebut Putin tak akan berangkat ke Glasgow untuk COP26

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan sejumlah kepala negara Persemakmuran Negara-negara Merdeka(CIS) melalui konferensi video, di kediamannya diluar Moskow, Rusia, Jumat (15/10/2021). ANTARA FOTO/Sputnik/Evgeniy Paulin/Kremlin via REUTERS/AWW/djo (via REUTERS/SPUTNIK)

Sayangnya, beliau juga tidak akan berangkat ke Glasgow
Moskow (ANTARA) - Rusia memupuskan harapan akan terobosan kesepakatan internasional terkait perubahan iklim saat Kremlin mengatakan pada Rabu bahwa Presiden Vladimir Putin tidak akan berangkat ke Skotlandia untuk dialog yang akan dimulai pada akhir bulan.

Juru bicara Putin, Dmitry Peskov, mengatakan dia akan menghadiri KTT Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait Perubahan Iklim, atau COP26 secara virtual. Meski demikian, ketidakhadiran Putin, kepala negara penyumbang gas rumah kaca terbesar keempat di dunia, disebut sebagai langkah mundur terbaru. Sebelumnya, Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri India Narendra Modi juga dikabarkan belum tentu menghadiri acara tersebut.

Inggris, yang menjadi tuan rumah COP26 di Glasgow pada 31 Oktober hingga 12 November mendatang tengah berupaya untuk mendapatkan dukungan dari kekuatan-kekuatan besar guna mencapai rencana yang lebih kuat untuk menangani pemanasan global.

Sebelumnya, Kremlin telah mengumumkan bahwa Putin tak akan menghadiri KTT G20 di Roma secara langsung pada bulan ini, karena kekhawatiran terkait pandemi COVID-19.

Baca juga: PM Australia pastikan hadiri KTT iklim COP26

“Sayangnya, beliau juga tidak akan berangkat ke Glasgow,” kata Peskov pada wartawan, dan menambahkan bahwa para perwakilan Rusia lainlah yang akan berangkat.

“Kami perlu mengatur terkait format seperti apa yang akan dapat memungkinkan (Putin) untuk dapat berbicara melalui konferensi video, dan di momen apa,” kata Peskov. “Isu-isu yang akan dibahas di Glasgow saat ini membentuk salah satu prioritas kebijakan luar negeri kami.”

Rusia dilaporkan memanas dengan laju 2,8 kali lebih cepat dibandingkan dengan rata-rata global, dengan melelehnya permafrost Siberia, yang merupakan 65 persen dari daratan Rusia, melepaskan gas rumah kaca dalam volume yang signifikan.

Putin mengatakan pekan lalu bahwa Rusia akan berusaha untuk menjadi netral karbon selambat-lambatnya pada 2060. Dia mengatakan bahwa hidrogen, ammonia, dan gas alam kemungkinan akan memainkan peran penting dalam bauran energi dalam tahun-tahun ke depan dan bahwa Rusia siap untuk berdialog terkait langkah-langkah untuk menangani perubahan iklim.

Sumber: Reuters

Baca juga: Ilmuwan AS-Rusia sepakati kerja sama sains
Baca juga: Putin bantah bertemu Erdogan di konferensi iklim Paris

Penerjemah: Aria Cindyara
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Rencana kunjungi Indonesia, Presiden Putin diharap buat kesepakatan bilateral

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar