Saham Jepang jatuh terseret ambil untung sektor teknologi

Saham Jepang jatuh terseret ambil untung sektor teknologi

Seorang wanita memegang payung berjalan di dekat papan elektonik yang menunjukkan indeks Nikkei di sebuah broker di Tokyo, Jepang, Senin (15/2/2021). ANTARA/REUTERS/Kim Kyung-Hoon/am.

Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) merosot 0,30 persen menjadi diperdagangkan di 29.167,69 poin
Tokyo (ANTARA) - Saham-saham Jepang jatuh pada perdagangan sesi pagi Kamis, karena penutupan Nasdaq semalam yang lemah menekan selera risiko, mendorong investor menjual saham teknologi kelas berat, tetapi ekspektasi untuk hasil laba yang kuat dari perusahaan domestik membatasi kerugian.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) merosot 0,30 persen menjadi diperdagangkan di 29.167,69 poin pada pukul 02.11 GMT, sedangkan indeks Topix yang lebih luas terpangkas 0,26 persen menjadi diperdagangkan di 2.022,30 poin.

Semalam, indeks S&P 500 dan Dow menguat, dengan Dow mencapai rekor tertinggi intraday, sementara Nasdaq tertinggal karena saham teknologi dilanda aksi ambil untung.

“Pelemahan Nasdaq mempengaruhi saham-saham seperti SoftBank Group, dan Recruit, yang dipandang setara dengan GAFA karena memiliki mesin riset pekerjaan AS,” kata Norihiro Fujito, kepala strategi investasi, Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities,  dikutip dari Reuters.

Investor start-up teknologi global SoftBank Group turun sebanyak 2,16 persen di awal sesi sebelum kemudian naik tipis 0,07 persen.

Agen kepegawaian Recruit Holdings, yang telah membangun jejak di AS melalui situs ketenagakerjaan malah melemah 1,62 persen.

Pembuat peralatan pembuat chip Tokyo Electron menyeret Nikkei paling banyak, jatuh 2,73 persen tetapi menghentikan kerugian awal sebanyak 3,9 persen.

Saham-saham terkait chip Jepang lainnya juga jatuh setelah pendapatan perusahaan semikonduktor ASML dan Lam Research yang lebih lemah dari perkiraan, tetapi hasilnya tidak terlalu pesimis ketika memeriksa rinciannya, kata Fujito.

"Kami dapat memperkirakan laba yang kuat dari Tokyo Electron karena ada permintaan untuk chip, itulah sebabnya saham telah memangkas kerugian awalnya."

Maskapai penerbangan turun 1,93 persen, kehilangan paling banyak di antara 33 subindeks industri bursa di tengah kekhawatiran tentang kemungkinan kebangkitan infeksi COVID-19 ketika kasus di Inggris meningkat.

Saham-saham terkait minyak bersinar karena harga minyak naik.

Nippon Paint Holdings naik 2,93 persen setelah perusahaan cat terbesar keempat di dunia itu mengumumkan akuisisi spesialis cat dekoratif Cromology.

Baca juga: Saham Korsel menguat didorong data perdagangan yang positif
Baca juga: Saham China dibuka lebih tinggi, bangkit dari kerugian sesi sebelumnya
Baca juga: IHSG berpeluang menguat di tengah variasi pergerakan bursa Asia

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar