Kemenkeu: DBH CHT dialokasi untuk petani antisipasi kenaikan cukai

Kemenkeu: DBH CHT dialokasi untuk petani antisipasi kenaikan cukai

Tangkapan layar Kepala Sub Bidang Cukai Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (bawah) Sarno dalam diseminasi hasil penelitian CISDI di Jakarta, Kamis (21/10/2021). ANTARA/Sanya Dinda.

Pada tahun 2021 ini, terkait tenaga kerja dan petani tembakau, kami berusaha membuat kebijakan mitigasi dampak kenaikan tarif CHT
Jakarta (ANTARA) - Kepala Sub Bidang Cukai Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Sarno mengatakan pemerintah mengalokasikan 50 persen Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) untuk petani dan buruh tembakau guna memitigasi dampak kenaikan tarif CHT.

“Pada tahun 2021 ini, terkait tenaga kerja dan petani tembakau, kami berusaha membuat kebijakan mitigasi dampak kenaikan tarif CHT,” kata Sarno dalam diseminasi hasil penelitian CISDI yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBH CHT, pemerintah menetapkan sebesar 50 persen dari DBH CHT akan dipergunakan untuk kesejahteraan masyarakat, 25 persen untuk penegakan hukum, dan 25 persen untuk kesehatan masyarakat.

Selain mengalokasikan 50 persen DBH CHT untuk petani dan buruh tembakau, pemerintah juga mengalokasikan DBH CHT sebesar 25 persen untuk pemberantasan rokok ilegal yang diperkirakan akan meningkat saat tarif CHT naik.

“Untuk penindakan rokok ilegal itu kita keluarkan 25 persen dari DBH CHT. Jadi ini satu kebijakan yang kita keluarkan bersama-sama dalam waktu bersamaan,” kata Sarno.

Dalam RPJMN 2020-2024, pemerintah menargetkan prevalensi merokok anak turun dari 9,1 persen menjadi 8,7 persen. Oleh karena itu, CHT sebagai salah satu alat pengendalian konsumsi tembakau dinilai perlu dinaikkan tarifnya.

“Pada 2020, terdapat kenaikan tarif CHT sehingga produksi dan konsumsi mengalami penurunan,” kata Teguh.

Pada 2019 lalu, pemerintah mencatat produksi rokok mencapai 356,5 miliar batang dari sebelumnya 332 miliar. Kemudian pada 2020, pemerintah meningkatkan tarif CHT sekitar 23 persen sehingga produksi menurun menjadi 322 miliar batang.

Baca juga: CISDI: Kenaikan cukai rokok tambah penerimaan negara Rp7,92 triliun
Baca juga: Pemerintah diminta realisasikan dana bagi hasil cukai hasil tembakau
Baca juga: Kemenkeu berencana naikkan cukai rokok untuk turunkan perokok anak


Pewarta: Sanya Dinda Susanti
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemkab Ngawi salurkan BLT DBHCHT mulai 8 Desember

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar