Mantan Ketua LADI sebut WADA pernah apresiasi langkah Menpora

Mantan Ketua LADI sebut WADA pernah apresiasi langkah Menpora

Sekretaris Umum PB PON Elia I. Loupatty (Kiri) dan Ketua LADI Zaini Khadafi Saragih (kanan) dalam acara penandatanganan kerja sama pengawasan dopin di PON Papua 2021 di Jakarta, Sabtu (28/11/2020). ANTARA/Shofi Ayudiana/am.

Jakarta (ANTARA) - Mantan Ketua Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) Zaini Khadafi Saragih menyebut langkah Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali dalam mendukung lembaga yang dia pimpin pada 2017-2020 pernah diapresiasi Presiden Badan Anti-Doping Dunia (WADA) Witold Banka.

Apresiasi tersebut diberikan saat telekonferensi antara WADA dari markasnya di Montreal, Kanada,  bersama Menpora dan LADI di Ruang Rapat Lantai 10 Graha Pemuda Senayan, Jakarta Pusat, 6 Oktober 2020.

"Sebetulnya pas di bulan ini tepat setahun yang lalu itu telekonferensi dengan Presiden WADA Mr Witold Banka dan waktu itu karena saya masih jadi Ketua, (ya) mendampingi. Pada saat telekonferensi itu Mr Banka sangat bangga dengan Indonesia," kata Zaini dalam laman Kemenpora, Kamis.

"Beliau (President WADA Mr Banka) memberikan apresiasi kepada pemerintah khususnya Pak Menteri karena mendukung LADI selama kepengurusan kita empat tahun sehingga selama empat tahun itu kita complience, semua persyaratan terpenuhi, itu terjadi bulan Oktober 2020," sambung Zaini.

Dalam telekonferensi itu, kata Zaini, banyak hal yang dibahas bahkan menyinggung rencana pendirian laboratorium di Indonesia mengingat selama ini untuk pengujian doping harus dikirimkan ke luar negeri.

Baca juga: WADA gelar rapat besar bersama LADI dan stakeholder lainnya hari ini

Zaini menyebut selama dipimpinnya, LADI sudah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh WADA tentang peraturan anti-doping 2021 dan sudah diserahkan untuk persetujuan.

Hanya saja kondisi saat ini berbeda mengingat Indonesia, dalam hal ini LADI, telah mendapatkan sanksi dari WADA karena dinilai tidak memenuhi kewajiban dalam implementasi program uji doping yang efektif yang membuat Indonesia terancam kehilangan hak-hak di olahraga internasional hingga statusnya dipulihkan kembali.

Selain dilarang mengibarkan bendera Merah Putih, Indonesia juga berpotensi tidak bisa menjadi tuan rumah turnamen regional, kontinental, sampai kejuaraan dunia atau ajang besar lainnya.

Larangan mengibarkan bendera Merah Putih  itu benar-benar diterapkan tim bulu tangkis putra Indonesia sukses merebut Piala Thomas di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10). 

Saat ini, Kemenpora, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), induk cabang olahraga, dan LADI bergandengan tangan membebaskan Indonesia dari sanksi WADA.

Baca juga: Upaya Menpora selesaikan sanksi WADA jadi perhatian berbagai kalangan

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menpora: Jelang SEA Games LADI berusaha tuntaskan sanksi WADA

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar