Kominfo periksa dugaan kebocoran data KPAI

Kominfo periksa dugaan kebocoran data KPAI

Ilustrasi - Seorang peretas sedang menggunakan perangkat komputer dan jaringan untuk melakukan serangan siber. ANTARA/Shutterstock/am.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sedang memeriksa dugaan kebocoran dan peretasan data pengaduan daring (online) milik Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

"Sedang kami dalami," kata juru bicara Kominfo, Dedy Permadi, kepada ANTARA, saat dimintai konfirmasi mengenai kabar tersebut.

Data pengaduan dalam jaringan (online) KPAI diduga bocor dan diperjualbelikan di situs gelap RaidForums.

Komisioner KPAI Jasra Putra menyatakan data yang bocor diduga beradal dari layanan pengaduan online di situs resmi KPAI.

"Kami punya sistem pengaduan online berbasis website kpai.go.id, diduga data ini yang diretas," kata Jasra.

Peretas diduga mencuri data pengaduan online KPAI kemudian menjualnya di situs RaidForums, belum diketahui berapa harga yang ditawarkan untuk data ini dan berapa besar data yang mereka curi.

Tangkapan layar yang beredar di media sosial, peretas membuat utas berjudul "Leaked Database KPAI" untuk menjual data tersebut.

Dalam utas tersebut, peretas memberikan sampel data antara lain berupa nama lengkap, alamat email, jenis kelamin, tanggal lahir, agama dan kewarganegaraan.

KPAI berencana melaporkan dugaan peretasan dan data bocor ini ke kepolisian.

Menurut Jasra, KPAI sudah menyampaikan kasus ini ke Mabes Polri dan sudah ada tim yang mengecek pada Selasa (19/10) lalu.

Baca juga: Data pengaduan online KPAI diduga bocor dan dijual di forum gelap

Baca juga: Pakar: Perlu kesadaran keamanan terkait penyusupan judi online di K/L

Baca juga: Waspadai penyusupan iklan judi "online" di situs pemerintah

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Agar masyarakat tidak kaget saat UU PDP disahkan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar