Saham Jepang ditutup melemah tajam, indeks Nikkei anjlok 546,97 poin

Saham Jepang ditutup melemah tajam, indeks Nikkei anjlok 546,97 poin

Seorang pria yang mengenakan masker pelindung, di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), berdiri di depan sebuah papan elektonik yang menunjukkan indeks Nikkei di luar sebuah perusahaan pialang di Tokyo, Jepang pada Kamis (21/1/2021). ANTARA/REUTERS/Kim Kyung-Hoon/am.

Saham-saham terkait minyak bersinar karena harga minyak mentah naik
Tokyo (ANTARA) - Saham-saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Kamis, terbebani oleh kecemasan baru seputar China Evergrande Group serta kekhawatiran menjelang pemilihan umum dan kekhawatiran atas dampak kenaikan biaya-biaya pada prospek perusahaan.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) anjlok 1,87 persen atau 546,97 poin menjadi menetap di 28.708,58 poin, sedangkan indeks Topix yang lebih luas kehilangan 1,31 persen atau 26,86 poin menjadi berakhir di 2.000,81 poin.

Semalam, indeks S&P 500 dan Dow naik, dengan Dow mencapai rekor tertinggi intraday, sementara Nasdaq tertinggal karena saham teknologi dilanda aksi ambil untung.

Penutupan Nasdaq yang lemah memicu aksi jual di saham kelas berat teknologi Jepang, sementara investor dengan gugup menunggu apakah Perdana Menteri Fumio Kishida akan mengambil langkah tegas untuk meningkatkan ekonomi yang dilanda pandemi.

"LDP (Partai Demokrat Liberal) yang berkuasa mungkin akan memenangkan mayoritas, tetapi tidak jelas apakah partai tersebut akan membuat perubahan yang akan memenuhi ekspektasi pasar," kata Ikuo Mitsui, manajer dana di Aizawa Securities.

LDP kemungkinan akan kehilangan beberapa kursi dalam pemilihan majelis rendah 31 Oktober, tetapi koalisi yang berkuasa yang dibentuknya dengan partai Komeito diperkirakan akan mempertahankan mayoritas, media lokal melaporkan.

"Juga, investor mewaspadai potensi dampak kenaikan biaya-biaya dan harga minyak serta gangguan rantai pasokan terhadap prospek perusahaan untuk paruh kedua tahun bisnis perusahaan," kata Mitsui, dikutip dari Reuters.

Saham China Evergrande yang tercatat di Hong Kong kehilangan 12 persen pada Kamis ketika perusahaan melanjutkan perdagangan setelah penangguhan lebih dari dua minggu.

Pembuat peralatan pembuat chip Tokyo Electron menyeret Nikkei paling banyak, jatuh 4,61 persen. Operator toko pakaian merek Uniqlo, Fast Retailing kehilangan 2,98 persen dan investor usaha rintisan teknologi global SoftBank Group turun 2,06 persen.

Maskapai penerbangan merosot 2,1 persen, merupakan penurunan terbesar di antara 33 sub-indeks industri bursa di tengah kekhawatiran tentang kemungkinan kebangkitan infeksi COVID-19 ketika kasus di Inggris meningkat.

Saham-saham terkait minyak bersinar karena harga minyak mentah naik.

Nippon Paint Holdings naik 0,59 persen setelah perusahaan cat terbesar keempat di dunia itu mengumumkan akuisisi spesialis cat dekoratif Cromology.

Baca juga: Saham Australia ditutup hampir datar, Evergrande tekan penambang
Baca juga: Saham Jepang jatuh terseret ambil untung sektor teknologi
Baca juga: Saham Korsel menguat didorong data perdagangan yang positif

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar