Periset Eijkman non PNS tidak otomatis jadi fungsional peneliti

Periset Eijkman non PNS tidak otomatis jadi fungsional peneliti

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko. (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Jakarta (ANTARA) - Periset non pegawai negeri sipil di Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman (PRBME) tidak otomatis langsung diangkat menjadi pejabat fungsional BRIN meskipun dilakukan pemindahan kantor Eijkman ke Cibinong Science Center di Cibinong, Bogor, Jawa Barat setelah integrasi Eijkman ke BRIN.
​​​​​​​
Dengan integrasi PRBME yang sebelumnya bernama Lembaga Biologi Molekuler Eijkman di BRIN, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan seluruh periset PNS Eijkman sudah diangkat sebagai fungsional peneliti, tetapi jumlahnya tidak banyak yakni hanya 30-an orang.
​​​
"Sisanya yang (periset non PNS) S3 dan berusia lebih dari 45 tahun mengikuti proses ASN melalui jalur PPPK," kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.

Mereka harus berjuang melalui proses penerimaan aparatur sipil negara (ASN) melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk menjadi periset sekaligus pejabat fungsional peneliti di lingkungan BRIN.

Baca juga: BRIN pindahkan Eijkman ke Cibinong Science Center

Baca juga: Eijkman: Varian C.1.2 belum terdeteksi di Indonesia


Saat ini, sedang dilakukan pemindahan Eijkman secara bertahap dari Jalan Diponegoro Nomor 69, Jakarta Pusat, ke kawasan Cibinong Science Center sampai Desember 2021.

Sedangkan sumber daya manusia (SDM) periset non PNS yang berusia kurang dari 45 tahun di Eijkman berkesempatan mengikuti proses ASN melalui jalur calon pegawai negeri sipil (CPNS).

"Yang honorer kami dorong untuk mengikuti S2/S3 by-research, sembari menjadi research assistantship," ujar Handoko.

Handoko menuturkan pemerintah memberikan perhatian besar agar Eijkman memiliki status kelembagaan yang jelas.

Pemerintah mendukung institusi dan sumber daya manusia di dalamnya memiliki kepastian status, dan dapat bekerja lebih tenang, semakin produktif menghasilkan riset-riset berkelas dunia, dan berkontribusi pada ilmu pengetahuan dan kemanusiaan.

Melalui Peraturan Presiden (Perpres) 33 Tahun 2021 yang diubah menjadi Perpres 78 Tahun 2021 tentang BRIN, integrasi Kementerian Riset dan Teknologi dan empat lembaga pemerintah non kementerian (LPNK) ke dalam BRIN, sekaligus bersamaan dengan dilakukannya pelembagaan Eijkman menjadi PRBME.

"Sehingga seluruh staf PNS memiliki karir yang lebih jelas, sekaligus bisa dilakukan perekrutan baru periset dengan status yang jelas, dan memastikan bahwa Eijkman sebagai lembaga akan terjaga warisan dan eksistensinya," tutur Handoko.

Empat LPNK tersebut adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Badan Tenaga Nuklir Nasional, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional.

Sementara terkait SDM periset Eijkman, Handoko mengatakan saat ini SDM yang berstatus sebagai PNS telah dialihkan ke BRIN dan diangkat sebagai pejabat fungsional peneliti.*

Baca juga: Vaksin Merah Putih untuk pelihara kekebalan tubuh rakyat Indonesia

Baca juga: Eijkman: Vaksin Merah Putih diharapkan penuhi 50 persen kebutuhan

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pakar: Belum ada bukti varian Delta Plus lebih berbahaya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar