Cakupan vaksinasi di Boyolali capai 80,22 persen

Cakupan vaksinasi di Boyolali capai 80,22 persen

Seorang siswa SMP saat menerima vaksinasi COVID-19 untuk persiapan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM), di Balai Desa Karangkendal, Kecamatan Tamansari Boyolali, Selasa (19/10/2021). ANTARA/Bambang Dwi Marwoto.

Boyolali (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah menyebutkan cakupan program vaksinasi di wilayahnya terus dikebut dan sudah mencapai 80,22 persen untuk membentuk 'herd imunity' guna mencegah penularan COVID-19.

Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali dokter Puji Astuti di Boyolali, Jumat, mengatakan, cakupan program vaksinasi di Boyolali hingga Kamis (21/10), malam, dosis pertama mencapai 670.476 sasaran atau sekitar 80,22 persen dari total yang ditargetkan 835.772 sasaran.

"Vaksinasi dosis kedua sudah mencapai 363.090 sasaran atau 43,44 persen dan dosis ketiga sebanyak 5.407 sasaran atau kitar 0,65 persen," kata Puji Astuti.

Baca juga: Presiden Jokowi minta pemerintah daerah Kalsel kejar target vaksinasi

Menurut dia, program percepatan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Boyolali terus dilaksanakan sesuai ketersediaan vaksin untuk mencapai target total 100 persen yakni 835.772 sasaran hingga Desember mendatang.

"Kegiatan vaksinasi kami terus jemput bola dengan menyisir ke desa-desa prioritas warga lansia dan anak-anak usia di atas 12 tahun untuk persiapan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di Boyolali. Kami optimistis kegiatan vaksinasi bisa mencapai target 100 persen hingga Desember mendatang," katanya.

Dia menjelaskan kasus aktif COVID-19 di Boyolali terus berkurang karena angka kesembuhan juga terus bertambah. Berdasarkan data di Dinkes Boyolali menyebutkan kasus aktif COVID-19, hingga Kamis (21/10) malam, mencapai 18 orang yang terdiri dari dirawat di rumah sakit tujuh orang dan isolasi mandiri 11 orang. Jumlah ini turun dibanding hari sebelumnya total 20 orang.

"Angka kesembuhan dari COVID-19 di Boyolali bertambah empat orang sehingga total mencapai 23.124 orang atau sekitar 94,2 persen dari angka kumulatif terkonfirmasi sebanyak 24.545 orang. Sedangkan, angka kematian karena COVID-19 sebanyak 1.403 orang atau 5,7 persen.

Namun, angka kematian karena COVID-19 di Boyolali hingga dua pekan ini, sudah tidak ada tambahan atau nihil. Sehingga, Boyolali masuk zona kuning atau resiko rendah dengan skor Indeks Kesehatan Masyarakat (IKM) COVID-19 pada angka 2,5.

Boyolali pada persentase angka keterisian tempat tidur rumah sakit (BOR) sudah menurun terus kini mencapai 1 persen. Bahkan, peta kasus COVID-19 di Boyolali mayoritas zona warna hijau meski masih ada beberapa titik zona warna kuning.

Kendati demikian, Dinkes Boyolali meminta masyarakat meski sudah disuntik vaksin tetap menjaga protokol kesehatan ketika beraktivitas di luar rumah. Hal ini, sangat penting untuk menjaga kesehatan dan semoga kasus COVID-19 segera tuntas di bumi ini. ***3***

Baca juga: Hingga Kamis, 65.173.148 warga sudah divaksin COVID-19 lengkap
Baca juga: TNI AL terjun ke pelosok Bogor bantu percepat vaksinasi
Baca juga: Menko PMK minta percepat vaksinasi booster tenaga kesehatan di Sultra

Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar