Ini alasan pemberian vaksin COVID-19 lansia tertunda di Jakarta Timur

Ini alasan pemberian vaksin COVID-19 lansia tertunda di Jakarta Timur

Suasana pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Buaran, Jakarta, Jumat (22/10/2021). ANTARA/Yogi Rachman.

ketika mau divaksin kadang mereka komorbid
Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengungkapkan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 terhadap lansia tertunda karena banyak di antara mereka memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

"Untuk vaksinasi lansia kita lakukan sesuai arahan pak gubernur. Sekarang prioritas kita adalah kepada lansia yang rentan. Lansia ini serba salah karena ketika mau divaksin kadang mereka komorbid, ada darah tinggi. Jadi, kadang tertunda karena keadaan," kata Muhammad Anwar di Jakarta, Jumat.

Anwar pun mengimbau kepada para lansia yang akan melakukan vaksinasi COVID-19 untuk melakukan pengecekan kesehatan terlebih dahulu.

"Jadi, diharapkan ketika ada komorbid, darah tinggi atau sesak, dia berobat ke Puskesmas ketika sehat langsung divaksinasi," ujar Anwar.

Baca juga: Vaksinasi lansia di Jaksel melonjak 27 persen dalam dua pekan

Lebih lanjut, dia mengatakan saat ini capaian vaksinasi COVID-19 di Jakarta Timur termasuk di dalamnya lansia hampir mencapai 90 persen untuk dosis pertama dari target penerima vaksin sebanyak 2.581.887.

"Untuk tahap kedua sudah hampir 80 persen. Kita upayakan terus kolaborasi dengan pihak ketiga, partai politik, anggota dewan, bagaimana kita menciptakan suasana sehat, suasana nyaman kepada masyarakat dengan memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik," tutur Anwar.

Wali Kota juga mengimbau kepada masyarakat yang telah menerima vaksin COVID-19 untuk tidak lengah terhadap protokol kesehatan.

"Saya sampaikan kepada masyarakat bahwa vaksinasi bukan membuat terbebas dari COVID-19. Kalau kita mengabaikan protokol kesehatan kita akan kena COVID-19," ujar Anwar.

Baca juga: Dinkes: 52 persen lansia di Jakarta sudah terima vaksin

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Vaksinasi di Istora terbuka untuk lansia luar Jakarta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar