Jika Partai Demokrat mengeluarkan PKS dari koalisi, PKS siap keluar
Jakarta (ANTARA News) - Politisi Partai Keadilan Sejahtera Nasir Djamil mengatakan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak takut keluar dari koalisi partai-partai politik pendukung pemerintah.

"Jika Partai Demokrat mengeluarkan PKS dari koalisi, PKS siap keluar," kata Nasir Djamil usai diskusi "Polemik: Koalisi Pecah Kabinet Terbelah" di Jakarta, Sabtu.

Menurut Nasir Djamil, PKS menghargai kontrak politik yang telah disepakati dalam koalisi dan akan konsisten mengawal pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga 2014.

Kalau ada perbedaan pandangan di antara partai-partai politik angota koalisi, menurut dia, selama perbedaan itu tidak mengguncangkan pemerintahan, itu bukan fitnah tapi realitas yang harus dibenahi.

"Semangat PKS mendukung usulan hak angket pajak, untuk menguatkan pemerintah yakni agar penerimaan negara dari sektor pajak lebih meningkat," katanya.

Anggota Komisi III DPR RI ini menambahkan, usulan hak angket pajak itu tujuannya baik untuk memberantas mafia pajak dan menghilangkan kebocoran penerimaan pajak, sehingga penerimaan negara dari sektor pajak lebih lebih optimal.

"Kalau tujuannya baik, kenapa Partai Demokrat menjadi takut," katanya. "Kalau tidak ada apa-apanya kenapa harus takut," katanya juga.

Menurut dia, wacana evaluasi dan keluar dari koalisi yang dilontarkan Partai Demokrat, sudah dibahas di tingkat pimpinan PKS.

Jika Partai Demokrat benar-benar mengeluarkan PKS dari koalisi, katanya, PKS sudah memiliki sikap yakni tidak akan mengiba-iba untuk memohoan belas kasihan agar tidak dikeluarkan.
(*)

 


Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2011