BMKG : Fenomena DMI sebabkan curah hujan di Bengkulu tinggi

BMKG : Fenomena DMI sebabkan curah hujan di Bengkulu tinggi

Nelayan membersihkan karang pada kapal saat tidak melaut di Pantai Malabero, Bengkulu, Kamis (7/1/2021). Nelayan di daerah itu tidak melaut mengikuti imbauan BMKG Provinsi Bengkulu yang mengeluarkan peringatan dini cuaca buruk dengan intensitas angin kencang serta gelombang tinggi hingga empat meter di perairan Bengkulu hingga Pulau Enggano. ANTARA FOTO/David Muharmansyah/wsj. (ANTARA FOTO/DAVID MUHARMANSYAH)

Dengan panasnya permukaan laut itu menyebabkan curah hujan di Bengkulu cukup tinggi
Bengkulu (ANTARA) - Aparatur Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu menyebutkan fenomena Dipole Mode Index (DMI) menyebabkan curah hujan di wilayah Provinsi Bengkulu meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Kasi Data dan Informasi BMKG, Anang Anwar menjelaskan, DMI merupakan perbandingan suhu muka laut Samudera Hindia barat dengan suhu muka laut Samudera Hindia Timur Afrika dengan nilai -0,5 low pressure atau daerah tekanan rendah, yang akan membelokkan arah angin hingga membuat kecepatan angin jadi lambat.

"Pada saat ini suhu permukaan laut di Samudera Hindia panas atau biasa disebut Sea Surface Temperatures (SST). Dengan panasnya permukaan laut itu menyebabkan curah hujan di Bengkulu cukup tinggi," kata Anang, di Bengkulu, Senin.

Ia mengatakan dengan dukungan angin Munson Asia, otomatis curah hujan di Bengkulu akan semakin besar.

Anang melanjutkan peluang terjadinya awan hujan juga cukup besar karena ada belokan awan dan arah angin sehingga terbentuk semacam tekanan siklonik.

Baca juga: KLHK: banjir Bengkulu terjadi akibat curah hujan tinggi dan rob

Baca juga: BMKG Bengkulu: waspadai banjir dan longsor


"Siklonik merupakan daerah perputaran angin dan akan memperlambat kecepatan angin itu sendiri, sehingga berakibat daerah di sekitarnya akan terbentuk awan hujan. Dan potensi hujan di Provinsi Bengkulu, dari Kabupaten Mukomuko hingga Kabupaten Kaur saat ini intensitasnya sedang hingga lebat," ujar Anang.

Ia menambahkan bahwa peningkatan curah hujan di Bengkulu berada di atas normal atau 115 persen. Dari normalnya itu adalah 85 persen sampai 115 persen.

"Karena memang sudah memasuki musim hujan dan puncaknya sampai pada bulan November mendatang," katanya.

Kemudian ia menambahkan untuk kriteria gelombang laut saat ini adalah sedang-tinggi atau 2,5 meter - 4 meter.

"Ini berbahaya bagi nelayan, maka harus waspada jika ingin pergi melaut. Tetapi untuk kapal penumpang, tidak masalah," ujarnya. 

Baca juga: BMKG: gelombang di perairan Bengkulu lima meter

Baca juga: BMKG : gelombang laut perairan Enggano 3 meter

Pewarta: Helti Marini S
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Curah hujan tinggi, empat kecamatan di Tebing Tinggi banjir

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar