Saham Hong Kong ditutup datar, Indeks Hang Seng naik 0,02 persen

Saham Hong Kong ditutup datar, Indeks Hang Seng naik 0,02 persen

Seorang pejalan kaki melihat layar pergerakan perdagangan saham Indeks Hang Seng di Hong Kong, China. ANTARA/REUTERS/Bobby Yip/am.

Hong Kong (ANTARA) - Bursa saham Hong Kong ditutup datar pada perdagangan Senin, karena kenaikan saham sektor energi dan material diimbangi oleh penurunan saham di sektor real estat.

Indikator utama Bursa Efek Hong Kong, Indeks Hang Seng (HSI), naik tipis 0,02 persen atau 5,10 poin menjadi menetap di 26.132,03 poin, sedangkan Indeks China Enterprises turun 0,37 persen atau 34,77 poin menjadi 9.322,08 poin.

Saham perusahaan-perusahaan properti kehilangan 0,9 persen.

Badan pembuat keputusan tertinggi parlemen China mengatakan pada Sabtu (23/10/2021) akan meluncurkan pajak percontohan real estat di beberapa daerah, kantor berita resmi Xinhua melaporkan.

“Kami percaya Beijing bertekad untuk mempercepat peluncuran pajak properti, tetapi masih akan melanjutkan dengan hati-hati dan hanya fase pajak secara bertahap. Jadi dampak langsungnya dalam waktu dekat seharusnya cukup terbatas,” kata Nomura dalam sebuah catatan.

Nomura menambahkan dampak tidak langsung bisa jauh lebih besar, karena ekspektasi harga rumah yang terus meningkat kemungkinan akan dikendalikan secara signifikan di antara rumah tangga China, dan penjualan rumah baru di seluruh China bisa melambat.

Saham-saham sektor energi dan material masing-masing menguat sekitar 1,0 persen.

Perencana negara China mengatakan pada Senin bahwa pihaknya telah mendesak perusahaan-perusahaa batu bara untuk secara ketat melakukan kewajiban kontraktual mereka ketika terus mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pasokan dan harga yang terus melonjak.

Wuxi Biologics melonjak 3,9 persen, menjadikannya sebagai pencetak keuntungan harian terbesar di Indeks Hang Seng.

China Evergrande Group yang dililit utang kehilangan 0,7 persen, sementara unit EV Evergrande melonjak lebih dari 10 persen.

Ketua Evergrande Hui Ka Yan mengatakan pada Jumat (22/10/2021) bahwa perusahaan bertujuan untuk menjadikan usaha kendaraan listrik barunya sebagai bisnis utama alih-alih properti dalam 10 tahun.

Kelompok itu mengatakan pada Minggu (24/10/2021) bahwa mereka telah melanjutkan pekerjaan pada lebih dari 10 proyek di enam kota termasuk Shenzhen - sebuah pernyataan yang muncul setelah mencegah gagal bayar dengan pembayaran kupon obligasi menit terakhir minggu lalu.

Baca juga: Saham Hong Kong ditutup lebih rendah terseret teknologi dan kesehatan
Baca juga: Saham Hong Kong ditutup di tertinggi 6 pekan didorong sektor teknologi
Baca juga: Shenzhen, pemda pertama China yang menawarkan obligasi di Hong Kong

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Waskita Karya jual saham tol di Sumut ke investor Hong Kong Rp824 miliar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar