Polisi tangkap warga Nigeria yang tipu korban bermodus "black dollar"

Polisi tangkap warga Nigeria yang tipu korban bermodus "black dollar"

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah (kiri) saat menyampaikan konferensi pers kasus penipuan bermodus "black dollar", Senin (25/10/2021). ANTARA/Sihol Hasugian.

Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menangkap seorang warga negara Nigeria berinisial MA (30) terkait dugaan penipuan bermodus penjualan "black dollar" sebesar 165 ribu dolar Amerika Setikat (AS).

Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah di Jakarta, Senin mengatakan, "black dollar" merupakan mata uang asing yang dilapisi dengan karbon guna mengelabui petugas Imigrasi dan Bea Cukai untuk diseludupkan ke Indonesia.

Azis mengatakan mata uang tersebut rencananya dijual di Indonesia dengan kurs yang lebih rendah sehingga para pelaku mendapat keuntungan yang lebih tinggi.

"Yang bersangkutan mencari peluang bisnis, kemudian ada salah satu jaringan komunikasi media sosial yang menawarkan peluang bisnis, yaitu sebuah paket yang berisi diduga 'black dollar'," katanya.

Azis mengatakan, warga negara asing (WNA) asal Nigeria tersebut kemudian mencari korbannya melalui media sosial dan menawarkan "black dollar" tersebut kepada korban sebesar 165 ribu dolar AS.

Baca juga: Polrestro Jaksel tangkap penipu mengaku calon Kapolres Tangerang Kota
Baca juga: Seorang warga Jaksel jadi korban penipuan bermodus "debt collector"


Pelaku kemudian meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang ke rekeningnya untuk mendapatkan "black dollar" tersebut.

"Karena yakin, korban kemudian mengirimkan uang sebanyak Rp185 juta dalam dua tahap. Rp 100 juta dan Rp 85 juta di hari yang sama," ujar Azis.

Namun demikian, setelah mentransfer uang tersebut, korban tak kunjung menerima "black dollar" yang dijanjikan. Padahal korban dan pelaku telah sepakat bertemu di suatu tempat.

"Akhirnya korban mulai menyadari tertipu. Kemudian melaporkan ke Polres Jakarta Selatan," kata Azis.

Azis menjelaskan, saat melancarkan aksinya, tersangka MA dibantu dua pelaku lainnya, yakni DA (32), istri tersangka dan HL (21), adik dari DA.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa uang Rp19 juta, 6 unit telepon seluler, 16 buku tabungan serta sejumlah ATM dan kartu identitas.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka disangkakan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Pewarta: Sihol Mulatua Hasugian
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Polrestabes Surabaya ungkap penipuan jual beli tanah kavling

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar