Walikota Lindungi Pengembali Wayang Radya Pustaka

Walikota Lindungi Pengembali Wayang Radya Pustaka

(FOTO ANTARA/Hasan Sakri Ghozali)

"Biar nanti tim yang menilai yang dikembalikan asli atau palsu."
Solo (ANTARA News) - Kepada siapa saja yang mengembalikan wayang kulit purwa asli koleksi Museum Radya Pustaka Solo akan dilindungi Walikota Solo, karena banyaknya koleksi wayang di museum itu diduga sudah tidak asli lagi.

"Siapa saja yang punya itikad baik untuk mengembalikan, secepatnya bisa segera mengembalikan, sebelum benar-benar ditentukan keaslian wayang. Siapa yang ingin mengembalikan akan dilindungi, secepatnya, kami menunggu sebelum ditentukan asli atau palsu koleksi wayang yang ada itu," kata Walikota Surakarta Joko Widodo kepada wartawan di kompleks perkantoranna Balaikota Solo, Selasa.

Masih ada waktu untuk mengembalikan sebelum ada keputusan yang menyatakan bahwa memang ada wayang palsu di museum itu. Pihaknya justru memberikan apresiasi yang besar kepada pembawa wayang asli yang ingin mengembalikannya.
Wayang yang dikembalikan itupun juga harus diteliti keasliannya. Oleh karena itu, ia mengemukakan, keberadaan tim independen investigasi wayang juga akan bertugas menidentifikasi wayang itu. "Kami berikan apresiasi bagi yang ingin mengembalikan, biar nanti tim yang menilai yang dikembalikan asli atau palsu," katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemkot Surakarta, Purnomo Subagyo, mengatakan bahwa meski pembawa wayang belum berani terang-terangan, tetapi pihaknya mengaku sudah mencium gelagat dari sejumlah di antara mereka ada yang ingin mengembalikannya.

Gelagat itu, dinilainya, sama dengan pada saat kasus arca palsu terungkap pada tahun 2006. Ketika dugaan adanya arca palsu mengemukan di media, lantas ada beberapa pihak yang mulai gelisah dan ingin mengembalikan secara aman tanpa diketahui masyarakat.

Meski demikian, tim investigasi yang terdiri dari beberapa budayawan dan ahli wayang masih tetap harus bekerja sampai nanti benar-benar terbukti apakah koleksi wayang di museum itu benar-benar ada yang palsu atau tidak. 

Jika nanti memang benar terbukti ada yang palsu, menurut dia, maka akan diambil tindakan selanjutnya. "Tentunya nanti tim akan tetap bekerja hingga benar-benar terbukti apakah wayangnya benar-benar palsu atau asli," katanya menambahkan. (*)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Berkunjung ke Museum Antiepidemi di episentrum COVID-19, Wuhan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar