Angka vaksinasi lengkap capai 69,13 juta jiwa

Angka vaksinasi lengkap capai 69,13 juta jiwa

Data situasi COVID-19 di Indonesia, Selasa (26/10/2021) yang dihimpun Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19. ANTARA/HO-Satgas COVID-19.

Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 melaporkan jumlah warga Indonesia yang telah divaksinasi secara lengkap mencapai 69,13 juta jiwa hingga Selasa, pukul 12.00 WIB.

Data Satgas COVID-19 yang diterima Selasa, jumlah penduduk yang telah disuntik dua dosis vaksin COVID-19 per hari ini (26/10) bertambah 866.113 menjadi 69.130.122 orang.

Sementara itu, jumlah penerima vaksin dosis pertama yang tercatat hari ini sebanyak 922.722 jiwa. Dengan tambahan tersebut, maka jumlah penerima vaksinasi dosis pertama kini menjadi 114.347.101 jiwa.

Adapun total vaksinasi untuk dosis ketiga bertambah sebanyak 2.899 menjadi 1.110.323 orang.

Baca juga: Ketua KPK RI tinjau vaksinasi pelajar dan lansia di Sidoarjo

Baca juga: Bank Mega perluas vaksinasi dukung percepatan pemulihan ekonomi


Pemerintah berencana memvaksinasi sebanyak 208.265.720 juta orang.

Dengan demikian maka tercatat, suntikan dosis pertama vaksin COVID-19 sudah diberikan pada 54,90 persen dari total 208.265.720 warga yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19.

Sementara warga yang sudah selesai menjalani vaksinasi baru meliputi 33,19 persen dari total sasaran.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan seluruh kepala daerah untuk mempercepat vaksinasi COVID-19 agar kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan perekonomian dapat pulih dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Perlu saya ingatkan untuk daerah-daerah yang vaksinasinya masih rendah, masih di bawah 50 (persen) agar dikejar untuk bisa mencapai di atas 50 (persen) pada bulan November 2021," kata Presiden Jokowi saat mengarahkan kepala daerah se-Indonesia secara virtual di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (25/10), sebagaimana siaran pers Biro Pers Sekretariat Presiden di Jakarta, Selasa.

Percepatan vaksinasi COVID-19 juga diperlukan agar target vaksinasi nasional sebesar 70 persen dari jumlah penduduk di akhir 2021 dapat tercapai sehingga mendorong terciptanya kekebalan komunal (herd immunity).*

Baca juga: Wali Kota Makassar sikapi serius kasus pemalsuan surat vaksin COVID-19

Baca juga: Kapolri: Waspadai potensi lonjakan COVID-19 saat libur Nataru


Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Turun 161, kasus aktif COVID-19 menjadi 7.965

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar