Beijing (ANTARA News) - China mengatakan telah mengevakuasi hampir 36.000 warganya dari Libya yang dilanda kerusuhan, disamping lebih dari 2.000 orang dari beberapa negara lain, dalam operasi luar negeri terbesar yang pernah dilakukan Beijing.

"Semua warga China yang ingin kembali dan orang-orang yang keberadaannya diketahui oleh kementerian luar negeri telah dievakuasi dari Libya," kata Wakil Menteri Luar Negeri Song Tao dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Rabu malam.

Dari 35.860 warga China yang dievakuasi, hampir 21.000 telah kembali ke China, sedangkan yang lain dalam perjalanan kembali, katanya.

Operasi udara, laut dan darat besar-besaran digelar selama sepekan terakhir ini dari kerusuhan di negara Afrika Utara menewaskan ratusan orang dan mengakibatkan ribuan orang asing melarikan diri dari negara itu mendominasi pemberitaan media negara.

"Ini adalah evakuasi luar negeri terbesar dan paling rumit yang pernah dilakukan oleh pemerintah China," kata Song dikutip AFP.

China juga mengevakuasi dari Libya 2.100 warga negara asing dari 12 negara keluar dari keprihatinan "kemanusiaan", tambahnya.

Song mengucapkan terima kasih kepada Yunani, Malta, Mesir, Tunisia, Turki dan Yordania yang menawarkan bantuan dalam operasi yang dimulai pada 23 Februari.

Pada saat pemberontakan rakyat terhadap pemimpin Libya Muamar Gaddafi meningkat, China telah menggunakan pesawat carter dan militer, kapal, bis dan - untuk pertama kalinya menurut media pemerintah - sebuah kapal frigat angkatan laut dalam upaya evakuasi itu.

China memiliki 847.000 pekerja yang tersebar di seluruh dunia pada akhir 2010 - 69.000 lebih dari tahun 2009 - dengan sekitar 30 persen bekerja di bidang konstruksi industri, menurut angka resmi.

Sebagian besar warga negara China di Libya bekerja di sektor perkereta-apian, perminyakan dan sektor telekomunikasi, menurut media pemerintah.

(SYS/H-AK/A023)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011