Jakpro: pembukaan proyek TIM ke publik bentuk keterbukaan informasi

Jakpro: pembukaan proyek TIM ke publik bentuk keterbukaan informasi

Suasana revitalisasi Planetarium Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (10/8/2021). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww.

Jakarta (ANTARA) - PT Jakarta Propertindo (JakPro) selaku BUMD DKI Jakarta yang ditugaskan merevitalisasi Taman Ismail Marzuki menyatakan pembukaan area proyek kepada publik merupakan bentuk keterbukaan informasi perusahaan.

Staf Ahli PT JakPro, Hendro Subroto, di Jakarta, Rabu, menjelaskan, area proyek revitalisasi Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ TIM) dibuka kepada publik setiap Kamis, agar masyarakat dapat mengetahui progres pembangunan setiap fasilitas.

"Kita wajib memberi tahu progresnya sebagai keterbukaan informasi kepada publik. "Tujuannya agar masyarakat tahu progres pembangunannya sampai mana. Itu bentuk keberpihakan kepada masyarakat," katanya.

Menurut Hendro, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada revitalisasi PKJ TIM menugaskan PT JakPro untuk mengerjakan proyek tersebut dengan total anggaran mencapai Rp1,64 triliun pada 2019.

Kemudian, Pemprov DKI Jakarta juga menyuntik penyertaan modal daerah (PMD) kepada JakPro sebesar Rp270 miliar tahun 2020.

"Pembangunan ini adalah penugasan dari Pemprov DKI. Artinya, menggunakan PMD yang dananya juga dari publik. Jadi, ini bentuk tanggung jawab kita kepada publik, agar mereka bisa melihat, media juga bisa meliput," kata Hendro.

Seperti diketahui, PKJ TIM dibuka untuk umum setiap Kamis sehingga masyarakat dapat melihat progres pembangunan revitalisasi TIM di dalam area proyek.

Baca juga: Proyek revitalisasi TIM dibuka untuk umum setiap Kamis

Masyarakat umum, mulai dari konten kreator, youtuber, pegiat foto udara, media, komunitas, hingga warga biasa dapat memasuki area proyek revitalisasi PKJ TIM setiap Kamis pada pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, tanpa dipungut biaya.

Masyarakat yang tertarik melihat progres pembangunan TIM dapat mendaftarkan diri terlebih dahulu di tautan bit.ly/kunjunganTIM yang tertera pada bio akun @wajahbaru_tim.

Jumlah peserta yang diizinkan untuk setiap kunjungan sebanyak 10 orang. Jika kuota penuh, registrasi akan ditutup.

Pengelola juga mewajibkan pengunjung untuk menunjukkan sertifikat vaksin, minimal satu dosis, membawa tumbler isi air minum, serta membawa sepatu proyek (safety) jika punya.

"Kita tawarkan mau keliling ke tempat yang lagi dibangun dan dipastikan aman, atau kita bisa duduk sambil ngobrol terkait progres pembangunan," kata Hendro.

Hingga kini, progres revitalisasi TIM tahap pertama sudah mencapai 99 persen yang mencakup pembangunan Gedung Parkir Taman, Gedung Panjang dan Masjid Amir Hamzah.

Baca juga: Progres revitalisasi TIM capai 97 persen
Baca juga: TIM sajikan arena pertunjukan teater di dalam dan luar ruangan

 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Riza Harahap
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Siang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar