Kemenkominfo gandeng Ritase untuk transformasi digital jasa logistik

Kemenkominfo gandeng Ritase untuk transformasi digital jasa logistik

David Samuel, Co-Founder sekaligus Chief Transportation Officer Ritase dalam diskusi berkerja sama dengan Kementerian Perhubungan. (Foto Ritase)

Tujuannya antara lain untuk mengurangi biaya logistik, mempersingkat waktu pengiriman dan ketepatan jadwal, meminialisir kerusakan, dan tentu saja yang paling penting adalah meningkatkan kualitas SDM dalam mensinkronkran aktivitas logistik sesuai den
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggandeng platform layanan jasa logistik, Ritase, untuk mendorong pemanfaatan transformasi digital pada sektor logistik, khususnya pada transportasi darat.

Koordinator Inisiatif Digital Sektor Strategis, Direktorat Ekonomi Digital, Layanan Aplikasi Informatika (APTIKA), Kemenkominfo Wijayanto dalam pernyataan di Jakarta, Rabu, mengatakan komitmen ini sesuai dengan amanah Presiden untuk menggarap sektor digital di sektor-sektor strategis.

Menurut dia, penggunaan teknologi digital untuk pengembangan bisnis truk ini dapat menciptakan ekosistem dengan konsep smart logistik untuk mendorong transformasi digital di sektor pengangkutan tersebut.

"Tujuannya antara lain untuk mengurangi biaya logistik, mempersingkat waktu pengiriman dan ketepatan jadwal, meminialisir kerusakan, dan tentu saja yang paling penting adalah meningkatkan kualitas SDM dalam mensinkronkran aktivitas logistik sesuai dengan visi yang ingin dicapai," katanya.

Ia menambahkan pemilihan Ritase dilakukan mengingat program pengembangan ekosistem smart logistik ini menyasar ke masyarakat menengah ke bawah, mulai dari pengendara sampai dengan para transporter di daerah, sehingga dapat membantu sektor strategis dalam bertransformasi serta mengadopsi teknologi digital.

Sementara itu, CEO & Founder Ritase Iman Kusnadi mengatakan kolaborasi yang akan berlangsung di wilayah Jawa Tengah ini penting karena penggunaan teknologi pada sektor logistik dapat menciptakan efisiensi dalam biaya.

"Ritase membuat sebuah platform logistik yang terkoneksi antara pengirim barang dan perusahaan jasa logistik, baik pergudangan maupun trucking. Buktinya apa yang konsumen rasakan sekarang dimana kami hadir di jalur darat, laut, dan udara," ujarnya.

Saat ini, Ritase hadir dengan solusi platform layanan logistik berbasis aplikasi mobile dan desktop yang menghubungkan antara pengirim barang (shipper) dan pengantar barang (transporter) melalui proses pengiriman yang bisa dimonitor secara langsung dan menggunakan sistem pelaporan yang detail.

Baca juga: Pengusaha manfaatkan teknologi optimalkan layanan jasa logistik

Baca juga: Peluang dan tantangan untuk penyedia jasa logistik saat pandemi

 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemenkominfo targetkan 50 juta masyarakat terliterasi digital di 2024

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar