Jasad balita tenggelam di muara Sungai Palangpang Sukabumi ditemukan

Jasad balita tenggelam di muara Sungai Palangpang Sukabumi ditemukan

Tim SAR gabungan saat menyerahkan jenazah Ikhsan Pauzi (5), korban tenggelam di sekitar muara Sungai Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jabar, Rabu (28/10). Korban tenggelam saat berenang bersama empat rekannya pada Selasa (27/10). ANTARA/ho-Dok Tim SAR

Ikshan Pauzi (5) ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa sekitar lima meter dari lokasi korban hilang tenggelam
Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Tim search and rescue (SAR) gabungan menemukan jasad balita yang tenggelam di muara Sungai Palangpang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat di sekitar lokasi kejadian pada hari pertama operasi SAR, Rabu.

"Jasad Ikshan Pauzi (5) ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa sekitar lima meter dari lokasi korban hilang tenggelam di sungai yang berada di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) Hendra Sudirman kepada wartawan, Rabu.

Pantauan di lokasi, tim SAR gabungan yang juga dibantu warga sekitar sejak Rabu pagi sudah menyisir lokasi kejadian, baik di tengah sungai atau muara maupun di darat, namun sampai pukul 12.00 WIB, belum ada tanda-tanda jasad bocah malang itu ditemukan.

Bahkan, di lokasi kejadian yang merupakan muara sungai, warga pun memasang jaring untuk antisipasi jasad balita ini terseret arus sungai yang berada di pusat objek wisata Geopark Ciletuh Palabuhanratu tersebut hingga ke laut.

Tim SAR pun terlihat konsentrasi ke satu titik yang tidak jauh dari lokasi kejadian yang diduga merupakan titik jasad korban berada. Tidak hanya melakukan penyisiran di permukaan sungai, personel dan warga pun nekat menyelam hingga ke dasar sungai untuk mencari keberadaan bocah yang hilang tenggelam pada Selasa (27/10) sekitar pukul 16.10 WIB itu.

Kondisi cuaca yang mulai mendung juga membuat khawatir tim pencari karena bisa saja arus Sungai Palangpang menjadi deras, sehingga jasad korban semakin jauh terbawa arus. Namun, sekitar pukul 13.45 WIB, upaya dan jerih payah tim SAR gabungan pun membuahkan hasil, dari hasil pengamat visual, petugas melihat adanya tanda-tanda keberadaan jasad Ikhsan.

Tidak menunggu lama, seluruh personel pun langsung merapat ke lokasi penemuan korban dan mengevakuasi ke darat dengan menggunakan perahu. Pihak keluarga korban memilih agar jasad balita ini tidak dilakukan visum dan langsung dibawa ke rumah duka yang tidak jauh dari lokasi.

Isak tangis keluarga, kerabat dan warga sekitar pun pecah saat serah terima jenazah dari tim SAR ke orangtua korban. Setelah menjalani prosesi pengurusan jenazah, Ikhsan pun dikebumikan.

"Kami turut berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa balita ini dan dengan ditemukannya jasad korban, maka operasi SAR ditutup dan kami pun berterima kasih kepada warga dan seluruh personel SAR dari berbagai unsur instansi, komunitas dan relawan yang telah bergotong royong menjalankan misi pencarian ini," kata Hendra.

Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Fajri mengatakan selama pencarian tidak ada kendala yang berarti, namun pihaknya sempat khawatir cuaca menjadi buruk, sehingga bisa mempengaruhi kondisi arus Sungai Palangpang.

Sebelumnya, pada Selasa (27/10) dikabarkan lima bocah yang sedang berenang tiba-tiba terseret arus bawah Sungai Palangpang. Warga yang melihat kejadian langsung bergegas berusaha menyelamatkan para korban dengan alat seadanya.

Dari lima korban yang terseret arus, empat bocah berhasil diselamatkan, tetapi satu korban atas nama Ikhsan Pauzi tidak berhasil diselamatkan dan akhirnya hilang tenggelam.
Baca juga: Banjir menyebabkan satu balita meninggal dunia di Palangka Raya
Baca juga: Jasad balita tenggelam di Sungai Barito ditemukan

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Basarnas beri penghargaan kepada tim SAR gabungan evakuasi Sriwijaya Air SJ-182

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar