Saham Prancis berakhir melemah, indeks CAC 40 terkikis 0,19 persen

Saham Prancis berakhir melemah, indeks CAC 40 terkikis 0,19 persen

Ilustrasi - Saham-saham Prancis berakhir sedikit lebih rendah pada perdagangan Selasa (13/7/2021) (ANTARA/Juns)

Paris (ANTARA) - Saham-saham Prancis berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu waktu setempat (27/10/2021), berbalik melemah dari kenaikan sehari sebelumnya dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris terkikis 0,19 persen atau 12,99 poin, menjadi menetap di 6.753,52 poin.

Indeks CAC 40 terangkat 0,80 persen atau 53,64 poin menjadi 6.766,51 poin pada Selasa (26/10/2021), setelah menyusut 0,31 persen atau 20,82 poin menjadi 6.712,87 poin pada Senin (25/10/2021), dan menguat 0,71 persen atau 47,52 poin menjadi 6.733,69 poin pada Jumat (22/10/2021).

Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, sebanyak 15 saham berhasil mencatat keuntungan, sementara 25 saham lainnya mengalami kerugian.

Perusahaan jasa pembayaran dan transaksional Prancis Worldline menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terperosok 15,93 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan manufaktur kaca mata multinasional Prancis-Italia EssilorLuxottica yang kehilangan 1,58 persen, dan perusahaan induk produsen barang-barang fesyen mewah multinasional Prancis Hermes merosot 1,07 persen.

Sementara itu, Schneider Electric, perusahaan multinasional Prancis yang berspesialisasi dalam peralatan listrik, terdongkrak 2,41 persen, menjadi peraih keuntungan paling banyak (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan produsen ban Prancis Michelin yang terangkat 1,88 persen, serta perusahaan utilitas listrik multinasional Prancis Engie menguat 1,13 persen.

Baca juga: IHSG ditutup melemah seiring koreksi bursa saham regional
Baca juga: Rupiah lanjut merosot, seiring pelemahan mata uang di Asia
Baca juga: Saham China berakhir lebih rendah, indeks Shanghai jatuh 0,98 persen

 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar