Ketua DPD dorong mahasiswa ikut pikirkan masalah bangsa

Ketua DPD dorong mahasiswa ikut pikirkan masalah bangsa

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti memberi kuliah umum pada Kongres Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah se-Indonesia secara virtual di Jakarta, Kamis (28/10/2021). ANTARA/HO-DPD RI

Masih banyak pekerjaan kita untuk membuat bangsa ini menjadi lebih baik ke depan.
Jakarta (ANTARA) - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendorong mahasiswa turut serta memikirkan berbagai persoalan bangsa, termasuk di antaranya terkait dengan pandemi COVID-19.

Menurut LaNyalla, upaya menanggulangi COVID-19 dan menghadapi berbagai persoalan bangsa membutuhkan peran mahasiswa sebagai bagian dari kelompok muda.

"Mahasiswa harus mulai berpikir global tetapi tetap membumikan karakter kebangsaan kita sebagai bangsa Indonesia. Selain itu, tetap berpegang teguh pada cita-cita luhur para pendiri bangsa sebagai landasan kerangka berpikirnya," kata LaNyalla saat memberi kuliah umum secara virtual pada Kongres Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Syariah se-Indonesia di Jakarta, Kamis.

LaNyalla melanjutkan, "Masih banyak pekerjaan kita untuk membuat bangsa ini menjadi lebih baik ke depan."

Dalam kesempatan itu, Ketua DPD RI juga menyampaikan pandemi menunjukkan berbagai kerentanan, terutama pada bidang kesehatan.

"Kita jadi tahu industri alat kesehatan masih didominasi produk impor, sementara beberapa anak bangsa yang mencoba memproduksi sejumlah alat pendukung medis di tengah pandemi belum mendapat kepercayaan dari kita sendiri," ujar LaNyalla.

Pada sektor pendidikan, dia menyampaikan pembelajaran jarak jauh jadi problem tersendiri karena Infrastruktur dan teknologi komunikasi di beberapa daerah masih kurang memadai.

"Pandemi juga memberi hikmah kepada kita tentang ketahanan sektor sosial. Terlihat bagaimana negara kesulitan menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial karena database (pusat data, red.) penerima bantuan belum tertata dengan baik," kata Ketua DPD RI.

Oleh karena itu, kata LaNyalla, berbagai persoalan yang dihadapi oleh bangsa perlu dijawab dengan terobosan-terobosan dalam inovasi dan pemikiran.

"Itulah yang harus disiapkan, termasuk oleh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Indonesia," kata LaNyalla kepada peserta kongres.

Kongres yang digelar oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu bertema Peran Generasi Muda Mewujudkan Revolusi Pemikiran pada Era Pandemi COVID-19.

Baca juga: Ketua DPD ajak pengusaha cermati dinamika politik dan ekonomi global

Baca juga: Ketua DPD: Koreksi Pasal 33 untuk kembali pada ekonomi Pancasila

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Anak perkawinan campuran, "statelessness" dan warga negara ganda

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar