Kuasai iptek dan hasilkan inovasi bawa Indonesia maju

Kuasai iptek dan hasilkan inovasi bawa Indonesia maju

Pelaksana tugas Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Mego Pinandito berbicara dalam acara Penganugerahan Kepada Pemenang Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-53 tahun 2021 dan National Young Inventors Award (NYIA) ke-14 di Jakarta, Kamis (28/20/2021). ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak.

Jakarta (ANTARA) - Pelaksana tugas Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Mego Pinandito mengatakan peningkatan penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta penciptaan inovasi akan membawa Indonesia maju.

"Kita semua berupaya memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada dengan semangat baru untuk menghasilkan dan melakukan riset serta kajian ilmiah lainnya atau juga menghasilkan inovasi sehingga problema kita yang ada, satu persatu dapat kita selesaikan," kata Mego dalam acara virtual di Jakarta, Kamis.

Hal itu disampaikan Mego dalam acara Penganugerahan Kepada Pemenang Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-53 tahun 2021 dan National Young Inventor Awards (NYIA) ke-14.

Baca juga: BRIN umumkan sejumlah pemenang Lomba Karya Ilmiah Remaja dan NYIA

Penyelenggaraan kompetisi itu bertujuan memberikan peluang agar ide-ide riset dan inovasi generasi muda dapat dibimbing dan diberi masukan oleh peneliti kompeten untuk menghasilkan konten riset inovasi potensial dan mungkin memiliki nilai kekayaan intelektual untuk dikembangkan.

Mego mengatakan SDM iptek Indonesia bukan hanya menghadapi kompetisi di dalam negeri, tapi juga secara global dengan beragam kondisi dan tantangan yang harus diperhatikan dengan baik dan dihadapi dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM).

"Kolaborasi semua pihak menjadi satu hal yang sangat penting dan keharusan untuk kita maju ke depan," ujarnya.

Selain itu, SDM Indonesia terutama generasi muda harus memiliki pola berpikir dan etos kerja yang cepat beradaptasi dengan perkembangan, kondisi dan kebutuhan zaman.

Hal itu diperlukan agar tidak kehilangan fleksibilitas, kecepatan, ketepatan dan keakuratan dalam mengerjakan segala sesuatu termasuk melakukan riset dan menghasilkan inovasi.

Baca juga: BRIN targetkan peluncuran satelit Lapan A-4 pada 2022

Mego mengatakan dengan lebih dari 1.340 suku bangsa, Indonesia tentunya mempunyai keragaman berpikir yang berbeda, dan itu harus dipandang sebagai suatu kekayaan bangsa bukan perbedaan.

Kekayaan berpikir yang beragam itu akan menghasilkan bermacam-macam ide baru, pola pikir dan budaya sehingga akan mampu memperkaya khasanah iptek dan hasil riset Indonesia, sehingga Indonesia diharapkan akan lebih cepat maju ke depannya.

Oleh karena itu, Mego menuturkan pengembangan SDM melalui pendidikan dan riset menjadi penting, terutama pendidikan dapat menjadi akselerator dari peningkatan kemampuan dan kompetensi SDM Indonesia ke depannya.

Ia mengatakan sistem pendidikan, sistem riset dan semua upaya terkait harus mampu mengembangkan kompetensi SDM Indonesia yang unggul, berdaya saing dan yang mengedepankan nilai-nilai Pancasila serta harus mendukung transformasi kemajuan bangsa.

Menurut Mego, Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) menjadi salah satu wadah dalam mengembangkan SDM iptek generasi muda karena di dalamnya ada proses bimbingan penelitian yang dilakukan para guru pembimbing dan peneliti yang memiliki kepakaran di bidangnya.

Baca juga: BRIN mulai riset roket bertingkat
Baca juga: Periset BRIN masuk dalam "Top 2% World Ranking Scientists 2021"

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Manfaat mangrove bagi lingkungan dan kehidupan (part 3)

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar