IDI: Peran pendakwah penting tingkatkan vaksinasi lansia di Aceh

IDI: Peran pendakwah penting tingkatkan vaksinasi lansia di Aceh

Ilustrasi - Petugas medis Puskesmas Kuta Alam (kanan) menyuntikkan vaksin COVID-19 untuk warga lanjut usia (lansia) di Banda Aceh, Aceh, Rabu (13/10/2021). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/aww.

Banda Aceh (ANTARA) - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh menilai peran ulama, pendakwah di Aceh sangat penting dalam upaya meningkatkan cakupan vaksinasi COVID-19, terutama bagi kelompok sasaran lanjut usai (lansia) yang memang cakupannya masih sangat rendah.

Wakil Sekretaris IDI Wilayah Aceh dr Masry di Banda Aceh, Kamis, mengatakan saat ini sangat diperlukan peran dari para ulama, pendakwah di daerah Tanah Rencong itu untuk meyakinkan masyarakat agar ikut penyuntikan vaksin COVID-19.

“Warga masih meragukan keamanan vaksin, padahal menurut penelitian aman. Di Aceh tidak ada kejadian pasca vaksin yang fatal. Yang penting adalah, saat skrining masyarakat jujur terhadap kondisi kesehatannya,” kata dr Masry.

Dia menyampaikan hal itu dalam pelatihan peningkatan peran Dai dan Daiyah dalam edukasi pencegahan COVID-19, yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh dan UNICEF Aceh, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh dan IDI Aceh.

Baca juga: Polda Aceh: Warga antusias ikuti vaksinasi massal berhadiah umrah

Baca juga: Warga Aceh mulai disuntik vaksin COVID-19 Pfizer


Data IDI Aceh menyebutkan vaksinasi dosis pertama pada lansia di Aceh baru mencapai 11,13 persen, sementara lansia yang telah menerima vaksinasi dosis kedua hanya 5,1 persen.

Aceh Utara dan Aceh Jaya bahkan menduduki posisi terendah vaksinasi COVID-19 terhadap lansia yakni 4 persen, katanya.

Masry berharap kepercayaan yang dimiliki masyarakat Aceh terhadap pendakwah dapat membantu meningkatkan jumlah vaksinasi COVID-19 di Aceh, khususnya vaksinasi kelompok lansia.

“Yang penting masyarakat mau divaksinasi. Terserah vaksin jenis apa, kalau memang masyarakat percaya pada Sinovac karena seperti itu diberi tahu Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, ya, silakan,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh Lukman juga mengharapkan hal yang sama yakni Ibukota Banda Aceh perlu menaikkan cakupan vaksinasi lansia sebanyak 13,3 persen atau 1.772 orang lansia. Artinya, ada 104 lansia yang harus divaksinasi per hari.

“Di Banda Aceh, 80 persen kematian akibat COVID-19 adalah warga berumur 50 tahun ke atas. Angka meninggal sulit kita kendalikan ketika COVID-19 menyerang lansia," kata Lukman.

Hingga Rabu (27/10), data Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh menunjukkan bahwa capaian vaksinasi lansia Banda Aceh baru mencapai 29,9 persen.

Angka ini harus mencapai 40 persen dari jumlah lansia yang ada di Banda Aceh untuk menaikkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Banda Aceh, katanya.*


#ingatpesanibu
#sudahdivaksintetap3m
#vaksinmelindungikitasemua

Baca juga: Polresta Banda Aceh: Tak ada penolakan laporan karena belum divaksin

Baca juga: Seluruh Provinsi Aceh terbebas dari PPKM level 4

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ada pembebasan denda pajak di Aceh hingga tahun depan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar