Bank Mandiri salurkan kredit Rp1.022 triliun hingga September 2021

Bank Mandiri salurkan kredit Rp1.022 triliun hingga September 2021

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (28/10/2021). ANTARA/Agatha Olivia.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh segmen komersial
Jakarta (ANTARA) - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah menyalurkan kredit Rp1.022 triliun sejak Januari hingga September 2021 atau tumbuh 16,93 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) yang sebesar Rp874 triliun.

"Pertumbuhan tersebut ditopang oleh segmen komersial," kata Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Ia menyebutkan segmen wholesale masih menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan kredit dengan peningkatan mencapai 7,93 persen (yoy), yakni menjadi sebesar Rp533 triliun, yang utamanya didorong oleh kredit komersial dan kredit korporasi.

Secara perinci, kredit komersial berhasil tumbuh 13,9 persen (yoy) atau 6,3 persen sejak Januari-September 2021 (year-to date/ytd) menjadi Rp168 triliun, sedangkan kredit korporasi naik 5,4 persen (yoy) dan 6,5 persen (ytd) menjadi Rp365 triliun.

Baca juga: Bank Mandiri bukukan laba bersih Rp19,2 triliun di triwulan III-2021

Sigit melanjutkan kredit konsumer tumbuh satu persen (yoy) dan 2,3 persen (ytd) menjadi Rp88 triliun, dan kredit usaha kecil dan menengah (UKM) meningkat 11,7 persen (yoy) dan 5,1 persen (ytd) menjadi Rp58 triliun.

Selanjutnya, kredit mikro tercatat tumbuh 9,1 persen (yoy) dan 6,8 persen (ytd) menjadi Rp129 triliun, sedangkan kredit perusahaan anak yang melesat hingga 73,7 persen (yoy) atau 64,9 persen (ytd) menjadi Rp213 triliun.

Di sisi lain, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri, sambung dia, juga mencatatkan pertumbuhan yang cukup signifikan, yaitu 18,5 persen (yoy) menjadi Rp1.214 triliun, berkat kontribusi giro dan tabungan.

"Giro dan tabungan masing-masing tumbuh 28,8 persen dan 24,5 persen (yoy), sehingga hal ini membawa dana murah atau current account and saving account (CASA) pada level yang jauh dari rata-rata historikalnya, yakni meningkat sebesar 7,15 persen (yoy) ke level 74,57 persen," tutur Sigit.

Baca juga: Bank Mandiri salurkan Rp114,58 triliun kepada UMKM

Baca juga: Bank Mandiri optimis jumlah transaksi dan pengguna aplikasi meningkat

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Polda Kepri tangkap tiga pengusaha terlibat pencucian uang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar