PON Papua

KONI Sumbar klaim tidak gagal di PON Papua

KONI Sumbar klaim tidak gagal di PON Papua

Wakil Ketua KONI Sumbar Fazril Ale saat penyerahan dana bonus spontan kepada atlet Sumbar peraih medali di PON Papua 2021 (ANTARA/ Mario Sofia Nasution)

PON Papua menjadi PON terberat yang harus dijalankan karena digelar di tengah pandemi dan keterbatasan yang ada
Padang, (ANTARA) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat mengklaim tidak gagal di PON Papua meski prestasi yang diraih di bawah target yakni delapan emas, 12 perak, dan 18 medali perunggu.

Wakil Ketua KONI Sumatera Barat Fazril Ale mengatakan hasil di PON Papua ini patut disyukuri karena memang keluar dari hasil analisis yang dilakukan pengurus sebelumnya.

"Saya termasuk bagian dari pengurus periode lalu dan ikut merancang target 16 emas namun dengan segala kendala yang ada hasil yang ada saat ini tentu patut disyukuri," kata dia.

Baca juga: Tingkat cedera atlet Sumbar di PON Papua 2021 disebut tertinggi

Ia menyebutkan mulai dari persiapan anggaran, di PON Jawa Barat 2016 KONI Sumbar memiliki anggaran Rp36 miliar dengan jarak tidak sejauh ketika PON dilaksanakan di Papua. DI jawa Barat Sumbar berhasil membawa 14 emas, 10 perak dan 20 perunggu.

"Sepanjang sejarah PON, saat di Jawa Barat merupakan anggaran paling besar namun tetap dana spontan yang diberikan kepada atlet berprestasi medali emas Rp10 juta," kata dia.

Sementara di PON Papua KONI Sumbar memiliki anggaran Rp19 miliar ditambah Rp6 miliar di APBD perubahan 2021 dengan jarak tempuh sangat jauh dan dana bonus spontan yang diberikan kepada atlet peraih emas Rp8 juta.

Kemudian persoalan pandemi COVID-19 tentu menghambat atlet untuk latihan secara berkelanjutan karena adanya penundaan PON dari 2020 menjadi 2021.

Setelah itu adanya cabang olahraga yang berangkat dalam jumlah besar namun mereka tidak lolos Pra PON atau Porwil namun menggantikan provinsi lain yang tidak bisa berangkat.

Baca juga: Atlet gulat Sumbar Heru Fernandes raih perak di PON XX Papua

"PON Papua menjadi PON terberat yang harus dijalankan karena digelar di tengah pandemi dan keterbatasan yang ada. Kita sudah melakukan analisa secara akademis dan hasil ini sesuai dengan prediksi yang ada namun memang banyak yang tidak meraih hasil tersebut," katanya.

Hasil ini tentu akan menjadi evaluasi bagi pengurus KONI Sumbar untuk melakukan analisa dan pemetaaan prestasi olahraga untuk PON 2024 nantinya.

"Pengurus baru ini baru dua bulan bekerja dan tidak dapat mengubah instan program yang sudah dibuat oleh pengurus sebelumnya," kata dia.

Wakil Gubernur Sumbar Audy Djoinaldy mengapresiasi capaian atlet yang diraih di empat klaster yang ada di PON Papua.

Ia mengatakan sebenarnya PON Papua sebenarnya digelar 2020 di saat pihaknya belum menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumbar.

"Kami juga tanpa persiapan namun kita lihat perjuangan seluruh pihak untuk berjuang memberikan prestasi terbaik bagi Sumbar. Saya juga hadir langsung di sana memberikan dukungan kepada atlet yang bertanding secara langsung," kata dia.

Baca juga: Atlet angkat berat Situtu Lamdoras raih perunggu untuk Sumbar di PON

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Targetkan 16 medali emas di PON XX, Sumbar janjikan insentif

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar