Saham Australia dibuka turun tipis, Indeks ASX 200 merosot 0,1 persen

Saham Australia dibuka turun tipis, Indeks ASX 200 merosot 0,1 persen

Bendera Australia dan bursa Efek Autralia dengan panah merah turun. ANTARA/Shutterstock/pri (Shutterstock)

Sydney (ANTARA) - Saham-saham Australia turun tipis di awal perdagangan Jumat pagi, dengan pelemahan luas di antara bank-bank besar mengimbangi kenaikan saham perawatan kesehatan yang berfokus pada ekspor, termasuk perusahaan raksasa biotek utama CSL Ltd.

Indeks acuan ASX 200 di Bursa Efek Australia menyusut 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 7.421,9 poin dalam satu jam pertama perdagangan dengan volume rendah. Indeks akan membukukan kenaikan mingguan keempat jika kenaikan kecilnya bertahan.

CSL, salah satu perusahaan terbesar di Australia, terangkat 1,5 persen, sementara bank "Empat Besar" negara itu turun antara 0,4 persem hingga 0,9 persen. Saham lokal ResMed melonjak sekitar 6,0 persen setelah perolehan laba kuartal pertamanya mengalahkan perkiraan.

Baca juga: Saham Australia ditutup jatuh, indeks S&P/ASX 200 terkikis 0,25 persen

Macquarie mengalahkan ekspektasi dengan rekor laba semester pertamanya - lebih dari dua kali lipat tahun sebelumnya - didukung oleh pasar komoditas yang bergejolak, meskipun sahamnya dihentikan menjelang penempatan 1,5 miliar dolar Australia.

Westpac Banking Corp pada Senin (1/11/2021) akan melaporkan hasil keuangan setahun penuh, setelah Australia and New Zealand Banking Group memulainya pada Kamis (28/10/2021).

Bank sentral Australia pada Jumat kembali menolak untuk mempertahankan target imbal hasil obligasi 2024-nya 0,1 persen memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral akan mengumumkan beberapa revisi target pada pertemuan kebijakan November minggu depan.

Indeks acuan NZX 50 Selandia Baru naik lebih dari 0,3 persen menjadi diperdagangkan di 13.011,21 poin dengan produsen susu a2 Milk menguat sekitar 3,0 persen.

Baca juga: Saham Australia melemah, tertekan penambang dan data inflasi

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar