Jakarta (ANTARA) - Perusahaan besar seperti Ford dan juga GM sangat terpukul akibat adanya kejadian krisis semikonduktor yang menghambat produksi dan juga penurunan pendapatan mereka untuk saat ini.

Ford melaporkan bahwa pendapatan mereka di kuartal ketiga hanya menghasilkan sekitar 1,8 miliar dolar AS dari laba bersih dengan pendapatan 35,7 miliar dolar AS.

Dengan pencapaian seperti itu, pada kuartal ketiga Ford mengalami penurunan sebanyak 5 persen dari 37,5 miliar dolar AS pendapatan yang dilaporkan pada kuartal ketiga di tahun 2020.

Selain itu, pendapatan Ford yang disesuaikan sebelum bunga dan pajak adalah 3 miliar dolar AS selama periode Juli-September dan angka itu turun dari yang sebelumnya mencapai 3,7 miliar selama kuartal ketiga di 2020.

Sedangkan General Motors (GM) memperoleh laba bersih sekitar 2,4 miliar dolar AS selama kuartal ketiga, angka itu dilaporkan turun sebanyak 25 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

GM juga melaporkan bahwa mereka memiliki jumlah penjualan yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan tahun lalu, tepatnya mereka hanya menjual 27 persen lebih sedikit selama kuartal tersebut.

“Kuartal ini menantang karena tekanan semikonduktor yang terus berlanjut. Tetapi juga mencakup hasil yang sangat kuat dari GM Financial, penyelesaian biaya penarikan yang kami capai dengan pemasok dan mitra JV kami yang terhormat dan LG Electronics, dan (300 juta dolar AS) pendapatan ekuitas dari usaha patungan di China," kata kepala eksekutif GM, Mary Barra dalam sebuah pernyataan, Jumat.

Dalam hal ini, GM harus mengeluarkan biaya sebanyak 1,9 miliar dolar AS bersama dengan LG untuk menutupi biaya penarikan kembali Chevrolet Bolt.


Baca juga: VW prediksi krisis "chip" akan berlanjut hingga tahun depan

Baca juga: Krisis semikonduktor buat penjualan kendaraan impor di Korsel turun

Baca juga: Musk sebut pabrik semikonduktor baru akan akhiri kelangkaan chip mobil
Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2021