NTHU dan DAICEL kembangkan pabrik kimia desktop revolusioner

NTHU dan DAICEL kembangkan pabrik kimia desktop revolusioner

Prof. Kitamori Takehiko telah mengembangkan sistem mikofluida inovatif yang memungkinkan operasi pencampuran dan ekstraksi yang dilakukan secara konvensional dengan peralatan berskala besar dilakukan menggunakan serpihan kaca seukuran kartu nama. ANTARA/Business Wire.

Hsinchu, Taiwan (ANTARA/Business Wire)- National Tsing Hua University (NTHU) dan perusahaan kimia terkenal Jepang DAICEL mengumumkan proyek bersama selama lima tahun untuk mengintegrasikan sistem mikofluida inovatif yang dikembangkan oleh sarjana Kitamori Takehiko ke dalam manufaktur kimia industri hari ini. Total investasi dalam proyek ini adalah 450 juta yen Jepang (sekitar NT$110 juta), dan potensinya untuk mengurangi konsumsi energi sambil menurunkan produksi karbon dan limbah diharapkan menetapkan standar baru untuk keberlanjutan dalam industri kimia.

Untuk melihat rilis pers multimedia selengkapnya, klik di sini: https://www.businesswire.com/news/home/20211028005388/en/

Perintis terkenal di dunia dalam teknologi mikofluida dan nanofluida serta mantan wakil presiden University of Tokyo, Prof. Kitamori, telah menjabat sebagai Ketua Kehormatan Yushan Profesor Institut Nanoengineering dan Sistem Mikro, Departemen Tenaga Teknik Mesin di NTHU sejak 2020. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan di University of Tokyo, ia telah mengembangkan sistem mikofluida inovatif yang memungkinkan operasi pencampuran dan ekstraksi yang dilakukan secara konvensional dengan peralatan skala besar menggunakan chip kaca seukuran kartu nama dan mampu menggabungkan ribuan chip mikofluida secara bersamaan, sehingga memungkinkan untuk membuat “pabrik kimia desktop”.

Kitamori menjelaskan bahwa cukup sulit untuk mencampur beberapa barel besar bahan kimia secara instan dengan suhu dan kecepatan reaksi yang berbeda, dan bahkan mungkin terjadi ledakan jika bahan tersebut tidak ditangani dengan hati-hati. Jadi, cara yang lebih disukai untuk mencampur bahan kimia adalah dengan melewatkannya melalui saluran mikro, yang memungkinkan untuk secara tepat mengontrol jumlah bahan baku yang digunakan, serta urutan dan kondisi pencampuran, sehingga mengoptimalkan kualitas produk akhir.

Kitamori mengatakan, proyek tersebut bertujuan untuk memperkecil ukuran alat produksi kimia, sehingga apa yang saat ini diproduksi oleh pabrik berukuran 20 x 20 meter dapat diminiaturisasi menjadi sebuah sistem yang hanya berukuran dua meter persegi. Terlebih lagi, sistem seperti itu akan menggunakan lebih sedikit energi dan material, membuatnya lebih murah, dan juga akan menghasilkan lebih sedikit karbon.

Bertahun-tahun yang lalu, ketika presiden DAICEL Ogawa Yoshimi mendengar tentang teknologi mikofluida yang dikembangkan oleh Kitamori, ia sangat terkesan, dan sekarang sangat senang bahwa DAICEL akan mengintegrasikan teknologi inovatif ini ke dalam operasinya. Ia juga berharap dapat bekerja sama dengan NTHU dalam memperkenalkan proses manufaktur inovatif ini ke dunia, yang juga ia lihat sebagai cara untuk mempromosikan keberlanjutan dan ekonomi sirkular.

Wakil Presiden dan Direktur Penelitian dan Pengembangan, NTHU, Dr Fan-gang Tseng, mengatakan bahwa ia sangat optimis dengan pengembangan pabrik kimia mikofluida di masa depan. Ia menunjukkan bahwa adopsi proses mikofluida ini oleh DAICEL—salah satu perusahaan kimia terbesar di Jepang—dan oleh banyak pabrik kimia kecil dan menengah Taiwan akan merupakan lompatan revolusioner ke depan, dan dapat mengarah pada proses serupa yang diterapkan oleh semikonduktor dan industri biomedis.

Baca versi aslinya di businesswire.com: https://www.businesswire.com/news/home/20211028005388/en/

Kontak
Holly Hsueh
NTHU
(886)3-5162006

Sumber: National Tsing Hua University

Pengumuman ini dianggap sah dan berwenang hanya dalam versi bahasa aslinya. Terjemahan-terjemahan disediakan hanya sebagai alat bantu, dan harus dengan penunjukan ke bahasa asli teksnya, yang adalah satu-satunya versi yang dimaksudkan untuk mempunyai kekuatan hukum.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar