Lakukan pemanasan guna hindari cedera olahraga

Lakukan pemanasan guna hindari cedera olahraga

ilustrasi - Pemanasan. ANTARA/Pexel.

Jakarta (ANTARA) - Selama pandemi COVID-19, beberapa orang menjaga imunitas tubuh dengan melakukan olahraga.

Meski demikian, Dr.Grace Joselini Corlesa, MMRS, Sp.KO, Spesialis Kedokteran Olahraga di Mayapada Hospital Jakarta Selatan mengingatkan hendaknya kita melakukan pemanasan dan peregangan yang cukup sebelum olahraga guna menghindari cedera.

"Pencegahan untuk mengatasi cedera sebenarnya sangat mudah, yaitu pemanasan atau peregangan selama minimal 10-15 menit," kata Dr. Grace dalam keterangannya pada Sabtu.

Kemudian mulailah secara bertahap. "Apabila olahraga lari, dimulai dari jalan kaki, jalan cepat, jogging dan lari."

Hal tersebut sangat efektif dan menolong tubuh untuk terbiasa dahulu. Selain itu, disarankan strength training (latihan kekuatan) untuk melatih ketahanan performa.

Baca juga: Olahraga malam hari jangan mepet dengan jam tidur

Latihan kekuatan umumnya baik untuk kesehatan secara keseluruhan dan pencegahan cedera, memungkinkan otot berfungsi lebih efisien, serta berpengaruh pada performa kerja. Dan yang terpenting, hindari dehidrasi dan kelelahan akibat kepanasan.

"Apabila setelah berolahraga Anda mulai merasakan sakit ataupun nyeri, segera lakukan RICE (REST-istirahat, ICE-es, Compression-kompresi, Elevation-elevasi)."

Mayapada Healthcare, lewat unitnya Mayapada Hospital Jakarta Selatan pada Rabu (27/10), membuka layanan Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) sebagai solusi kesehatan komprehensif bagi masyarakat yang sudah aktif berolahraga maupun yang ingin memulai program kebugaran olahraga.

Fasilitas yang memiliki tempat khusus di unit Mayapada Hospital Jakarta Selatan ini merupakan suatu pusat pelayanan kesehatan terintegrasi dan menyeluruh yang terdiri dari multidisiplin Spesialis Orthopedi Konsultan Sport Medicine, Spesialis Kedokteran Olahraga, Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Tim Fisioterapi Olahraga, dan Rehabilitasi Medik.

Baca juga: Bahaya memforsir tubuh untuk olahraga berat bila tidak terbiasa

Layanan tersebut dibuka untuk mengakomodir, menjadi solusi, menyediakan berbagai program perawatan cedera olahraga, mulai dari program preventif agar terhindar dari cedera olahraga, penanganan cedera olahraga dengan pendekatan operatif dan nonoperatif, hingga program pemulihan pascacedera dan pascaoperasi.

Layanan juga mengakomodir program kebugaran bagi pasien yang sudah aktif berolahraga namun ingin meningkatkan performa serta ketahanan fisik dalam olahraga di bawah pengawasan ketat oleh dokter multi spesialis.

SITPEC hadir untuk menangani berbagai cedera pada persendian yang sering dialami seperti bahu, pergelangan tangan, panggul, lutut dan pergelangan kaki.

Selain itu dalam Center ini juga menyediakan program untuk pasien dengan penyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi, hiperkolesterol agar dapat berolahraga dengan aman.

Saat ini semua unit Mayapada Hospital menjalankan protokol kesehatan dengan ketat seperti diantaranya: pemisahan alur serta gedung perawatan dan poliklinik untuk pasien COVID-19 dan nonCOVID-19, pembatasan keluar masuk pintu utama, screening suhu tubuh dengan thermal, penyediaan hand sanitizer di setiap titik masuk dan keluar Mayapada Hospital, wajib memakai masker ganda guna mendapatkan akses masuk, menyiapkan table shield di tiap ruang konsultasi, serta disinfektan secara berkala di setiap sudut Rumah Sakit.

Baca juga: Olahraga dua jam sebelum tidur dapat membantu lebih nyenyak

Baca juga: Pilihan olahraga mudah di rumah: Menari, yoga sampai HIIT

Baca juga: Kemenkes ajak masyarakat olahraga untuk hadapi pandemi

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Bola keramik permainan kuno ditemukan di Henan, China

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar