Jakarta (ANTARA) - Dalam laga sesama pasangan Indonesia pada final turnamen bulu tangkis Belgian International Challenge, ganda putra Indonesia Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yacob Rambitan meraih gelar juara setelah mengalahkan rekan sepelatnas mereka Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana dua gim langsung 21-18, 22-20 pada Sabtu.

"Untuk kemenangan ini, saya dan Pram mungkin lebih siap dari Fikri dan Bagas. Dari segi permainan kami kan sudah tahu satu sama lain, karena kami latihan bareng dan di latihan pun sudah sering menang kalah," kata Yeremia melalui keterangan tertulis PP PBSI di Jakarta, Minggu.

Meski begitu, ganda putra unggulan kedua itu tak bisa menyembunyikan kegembiraannya kala mampu mengalahkan rekan senegara yang bertitel unggulan teratas di turnamen ini.

"Saya sangat mengucap syukur atas pencapaian saya dan Pram di turnamen Belgia International Challenge ini, semoga dengan hasil ini kami harap bisa menambah semangat di turnamen berikutnya," ujar Yeremia.

Baca juga: Minions kalahkan Fajar/Rian menuju final French Open 2021

Pada pertandingan berdurasi 31 menit itu, Pram/Yeremia membuktikan kualitas permainannya dengan mengunci keunggulan dalam dua gim berturut-turut.

Pada gim pembuka, Pram/Yeremia tak menghadapi kendala berarti. Hanya jelang interval pertama usai, Fikri/Bagas sempat mengejar ketertinggalan dari 10-7 menjadi 10-10.

Namun Pram/Yeremia bisa menyudahi perlawanan Fikri/Bagas dan kembali unggul sampai gim pertama berakhir.

Begitu pula di gim kedua, Pram/Yeremia tidak menghadapi tekanan berarti dari lawannya. Namun jelang gim poin, mendadak Fikri/Bagas menempel ketat perolehan skor.

Beruntung pada gim poin, Pram/Yeremia mampu mencetak dua poin berurutan dan memastikan kemenangannya di podium tertinggi.

Meski Indonesia sukses mengirim dua wakilnya di babak final, namun PBSI tetap akan mengevaluasi setiap kekurangan yang terlihat oleh keempat atletnya.

"Ya senang sudah bisa 'All Indonesian Final', tapi masih ada beberapa yang harus diperbaiki dari sisi non-teknis. Misalnya ketenangan dalam bermain, masih terburu-buru, jadinya banyak bola-bola yang mati sendiri," kata asisten pelatih ganda putra utama, Aryono Miranat.

Baca juga: PBSI gelar tiga turnamen kelas dunia di Bali setelah dua tahun vakum
Baca juga: PBSI pastikan IBF 2021 digelar dengan sistem gelembung

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2021