Kemarin, PMI cetak rekor hingga kelebihan pembayaran insentif nakes

Kemarin, PMI cetak rekor hingga kelebihan pembayaran insentif nakes

Arsip foto - Pekerja merakit sepeda motor listrik Gesits di pabrik PT Wika Industri Manufaktur (WIMA), Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah informasi penting menghiasi berita ekonomi pada Senin (1/11) mulai dari PMI manufaktur Indonesia cetak rekor tertinggi hingga kelebihan pembayaran atas insentif 8.961 tenaga kesehatan (nakes).

Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca:

1. PMI manufaktur RI cetak rekor tertinggi dalam sejarah

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan purchasing managers' index (PMI) manufaktur Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah manufaktur Indonesia dengan berada di level 57,2 pada Oktober 2021 atau naik dibanding September 2021 di angka 52,2.

Selengkapnya di sini


2. Kemenkeu: RI terbesar di negara berkembang dalam transisi energi

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menilai Indonesia telah menjadi salah satu dari sedikit negara, bahkan yang terbesar di negara berkembang dalam tindakan nyata terkait transisi energi yang adil dan terjangkau.

Selengkapnya di sini


3. BPK temukan kelebihan pembayaran insentif 8.961 tenaga kesehatan

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya kelebihan pembayaran atas insentif 8.961 tenaga kesehatan (nakes) akibat kesalahan teknis pada saat penarikan basis data usulan insentif nakes dari aplikasi insentif nakes yang dikelola oleh Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM (PPSDM) Kesehatan.

Selengkapnya di sini


4. Proyek kereta cepat kantongi komitmen PMN dan pendanaan CBD

Proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung mendapatkan persetujuan dari pemerintah terkait Penyertaan Modal Negara (PMN) dan komitmen pendanaan dari China Development Bank (CBD).

Selengkapnya di sini


5. BPS catat inflasi 0,12 persen pada Oktober 2021

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,12 persen (month-to-month/mtm) pada Oktober 2021 atau terjadi kenaikan terhadap Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,63 menjadi 106,66.

Selengkapnya di sini

 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menkeu waspadai Indeks manufaktur Indonesia terendah sepanjang sejarah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar