Mark Zuckeberg diminta mundur dari CEO Facebook

Mark Zuckeberg diminta mundur dari CEO Facebook

Facebook Chairman and CEO Mark Zuckerberg testifies at a House Financial Services Committee hearing in Washington, U.S., October 23, 2019. ANTARA/REUTERS/ERIN SCOTT.

Saya pikir tidak mungkin perusahaan akan berubah
Jakarta (ANTARA) - “Whistleblower” atau pelapor pelanggaran dari perusahaan teknologi asal AS Facebook, Frances Haugen, mendesak Mark Zuckeberg sang CEO Meta untuk mundur dari jabatannya agar terdapat perbaikan dalam cara kerja Facebook.

“Saya pikir tidak mungkin perusahaan akan berubah jika (Mark Zuckeburg) tetap menjadi CEO,” ujar Frances dalam acara Web Summit di Lisbon seperti dilansir dari Reuters, Selasa.

Pernyataan itu menyusul tindakan Frances yang melaporkan pada publik bahwa cara kerja Facebook tidaklah sehat. Ia menyebutkan akan lebih baik jika seseorang yang berfokus pada keamanan privasi dan data menggantikan Mark Zuckeburg agar kepercayaan masyarakat pada Facebook bisa kembali.

Baca juga: Syarat jadi kreator konten sukses

Baca juga: Facebook ganti nama jadi "Meta", ingin fokus ke realitas virtual


Sebelumnya pada pekan lalu, Mark Zuckeburg mengubah nama Facebook menjadi Meta karena ingin berfokus pada pembangunan “metaverse”.

“Metaverse” akan menjadi lingkungan virtual yang direncanakan sebagai penerus ruang internet yang kini dikenal oleh banyak orang.

Namun demikian menurut Frances perubahan citra yang dilakukan Facebook itu tak akan berdampak besar karena masalah utama yaitu keamanan data hingga pelanggaran privasi belum juga ditangani.

"Berkali-kali Facebook memilih ekspansi dan area baru alih-alih berpegang teguh pada apa yang telah mereka lakukan," kata France Haugen.

Masalah lainnya yang mungkin terjadi menurut Frances adalah jika Facebook tidak memperbaiki algoritmanya agar bisa membendung konten ekstrem yang berisikan kekerasan maupun komentar memecah belah maka kericuhan mungkin terjadi.

“Masalah utamanya adalah bahwa fondasi keamanan platform didasarkan pada pemantauan berdasarkan bahasa, yang tidak berskala ke semua negara tempat Facebook beroperasi," tutup Haugen.
 

Baca juga: Kebijakan pelacakan aplikasi Apple rugikan medsos hingga Rp140 triliun

Baca juga: Instagram menilai anak perlu aplikasi khusus

Baca juga: Facebook ganti nama, FAANG ikut berubah
 

Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Hoaks Atau Benar - Tentang UAS yang ditangkap dan KK seukuran KTP

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar