CDC tempatkan Indonesia sebagai negara dengan level satu

CDC tempatkan Indonesia sebagai negara dengan level satu

Tangkapan layar - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam taklimat media di Jakarta, Selasa (2/11/2021). ANTARA/Indriani/am.

Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan Center for Disease Control (CDC) menempatkan Indonesia sebagai negara level satu dalam penanganan COVID-19.

“Saat ini, CDC menempatkan Indonesia sebagai negara dengan level satu di tengah pengendalian COVID-19 yang terus membaik. Saya mengapresiasi seluruh lapisan masyarakat yang turut dalam pencapaian yang baik ini,” ujar Wiku dalam taklimat media secara daring di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan secara nasional, perkembangan kasus sepanjang 25 Oktober hingga 31 Oktober 2021 terus mengalami perbaikan, yang mana tambahan kasus positif sebanyak 4.339, kasus aktif 12.318 kasus atau 0,29 persen, kesembuhan sebanyak 6.181 atau 96,33 persen, dan jumlah kematian sebanyak 200 kasus atau 3,38 persen.

Wiku menambahkan pencapaian tersebut diraih melalui upaya berlapis terus-menerus dan kontribusi semua pihak, memperluas cakupan vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan pada semua kegiatan masyarakat.

Menurut dia, upaya yang tidak menyeluruh akan berpotensi meningkatkan kasus, misalnya di Singapura, Australia dan Vietnam, kasus COVID-19 ditekan dengan jumlah yang sangat lama. Dengan jumlah kasus yang tidak lebih dari dari 50 per harinya.

“Australia dan Singapura, bahkan 60 persen penduduknya telah divaksinasi dosis lengkap. Namun akibat varian delta, begitu pembukaan kasus maka langsung meningkat tajam 40 hingga 90 persen. Ini menunjukkan bahwa pembatasan mobilitas dan upaya percepatan vaksinasi, bukanlah solusi tunggal untuk menekan kasus. Negara yang melakukan keduanya justru meningkat kasusnya karena aktivitas masyarakat yang tidak sejalan dengan disiplin protokol kesehatan,” ujar dia.

Sementara di Israel, Romania dan Ukrania, katanya, terjadi lonjakan gelombang ketiga. Padahal dengan tingginya angka masyarakat yang terinfeksi COVID-19, seharusnya kekebalan komunal telah terbentuk. Hal itu menunjukkan wilayah yang telah mengalami gelombang pertama dan kedua pun, tetap akan memiliki risiko menghadapi gelombang ketiga jika upaya disiplin protokol kesehatan dan peningkatan cakupan vaksinasi tidak dilakukan dengan baik.

Wiku menyebutkan ada lima hal yang menyebabkan perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia semakin membaik. Pertama, tingginya kasus positif pada lonjakan kedua sehingga meningkatkan penyintas COVID-19 yang memiliki imunitas. Kedua, meningkatnya cakupan vaksinasi di Indonesia dalam waktu cepat. Ketiga, upaya pembatasan aktivitas masyarakat yang disesuaikan dengan kondisi daerah. Keempat, upaya pembatasan tidak hanya antardaerah, tapi juga luar negeri yang semakin meminimalisir kasus. Kelima, pembukaan sektor sosial ekonomi dengan penuh kehati-hatian yang diiringi dengan protokol kesehatan 3M dan diawasi pada setiap sektornya.

Pewarta: Indriani
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar