Antisipasi perubahan iklim, Pupuk Indonesia siapkan stok lebih awal

Antisipasi perubahan iklim, Pupuk Indonesia siapkan stok lebih awal

Pupuk Indonesia. ANTARA/HO-pupuk-indonesia.com/pri.

Kami segera melakukan pengiriman ke gudang-gudang, karena kondisi cuaca juga dapat menghambat transportasi laut maupun darat
Jakarta (ANTARA) - Menyambut musim tanam tahun 2021, PT Pupuk Indonesia (Persero) mulai menyiapkan stok pupuk subsidi di gudang-gudang secara lebih awal dalam rangka mengantisipasi perubahan iklim yang bisa berdampak pada pendistribusian.

SVP Perencanaan & Manajemen PSO PT Pupuk Indonesia (Persero), Eric Juliana Rachman menyebutkan bahwa saat ini stok pupuk bersubsidi mencapai sebesar 2,17 juta ton. Sementara stok di gudang lini 3 mencapai 294 persen dari stok minimum yang ditetapkan pemerintah.

“Kami segera melakukan pengiriman ke gudang-gudang, karena kondisi cuaca juga dapat menghambat transportasi laut maupun darat,” ujar Eric dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Untuk mengoptimalkan penyaluran pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia juga turut membangun sistem teknologi informasi. Di antaranya melalui sistem penebusan online oleh distributor, serta melakukan pemantauan stok secara online melalui Distribution Planning & Control System (DPCS). Kelebihannya, sistem ini dapat melakukan pemantauan hingga lini 4 (kios).

Selain itu, Pupuk Indonesia saat ini sedang mengembangkan Retail Management System (RMS). Saat ini aplikasi tsb diperuntukkan bagi penebusan pupuk komersil, aplikasi ini dapat meng-capture data pembeli dan beroperasi secara online maupun offline. Ke depan dimungkinkan RMS ini digunakan sebagai alat penebusan pupuk bersubsidi.

“Sistem ini sudah kami sampaikan ke pemerintah, namun saat ini masih pada tahap uji coba atau pilot project dan digunakan sebagai aplikasi penebusan pupuk non-subsidi,” kata Eric.

Sementara itu Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Takdir Mulyadi menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai antisipasi dampak La Nina. Di antaranya melakukan pemetaan wilayah rawan banjir, memantau laporan cuaca BMKG, penyediaan alsintan pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga menyiapkan bantuan pompa air untuk antisipasi banjir di lahan pertanian.

“Terkait itu semua kita juga menyiapkan beberapa teknologi dan varietas unggul yang tahan terhadap genangan dan kekeringan,” ujar Takdir.

Baca juga: Anggota DPR usulkan pengalihan subsidi pupuk menjadi subsidi harga
Baca juga: Pupuk Indonesia: Stok pupuk bersubsidi di Jateng capai 125,4 ribu ton
Baca juga: Hadapi musim tanam, stok pupuk subsidi Jawa Barat 342% dari ketentuan

 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Suara Indonesia di panggung KTT G20 Roma

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar