Saham Korsel ditutup naik setelah Fed umumkan tapering sesuai harapan

Saham Korsel ditutup naik setelah Fed umumkan tapering sesuai harapan

Seorang pedagang mata uang berjalan melewati papan elektronik yang menunjukkan patokan Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) di ruang transaksi KB Kookmin Bank di Seoul pada 29 Juni 2020. ANTARA/REUTERS/Str/Latin America News Agency/pri.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) bertambah 7,51 poin atau 0,25 persen, menjadi menetap di 2.983,22 poin
Seoul (ANTARA) - Saham-saham Korea Selatan ditutup lebih tinggi pada perdagangan Kamis, setelah Federal Reserve AS mengumumkan pengurangan stimulus seperti yang diharapkan dan mengatakan akan tetap sabar dan menunggu lebih banyak pertumbuhan pekerjaan sebelum menaikkan suku bunga.

Indikator utama Bursa Efek Korea, Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) bertambah 7,51 poin atau 0,25 persen, menjadi menetap di 2.983,22 poin.

Dikutip dari Reuters, di antara saham-saham kelas berat, raksasa teknologi Samsung Electronics menguat 0,28 persen dan rekannya SK Hynix naik 0,47 persen. LG Chem terangkat 0,77 persen dan Naver melonjak 2,24 persen.

Sikap agak dovish oleh Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengangkat pasar Asia tetapi sentimen beli tidak begitu kuat di sore hari, kata Seo Jung-hun, seorang analis di Samsung Securities.

Investor asing adalah pembeli bersih saham senilai 326,3 miliar won di papan utama.

Won dikutip pada 1,182,6 per dolar di platform penyelesaian transaksi dalam negeri, 0,08 persen lebih rendah dari penutupan sebelumnya di 1,181,6.

Dalam perdagangan luar negeri, won dikutip pada 1.183,1 per dolar, turun 0,4 persen dari hari sebelumnya, sementara dalam perdagangan non-deliverable forward kontrak satu bulannya dikutip pada 1.184,0.

KOSPI telah naik 3,82 persen sepanjang tahun ini, tetapi anjlok 5,6 persen dalam 30 sesi perdagangan sebelumnya.

Volume perdagangan selama sesi di indeks KOSPI mencapai 759,28 juta saham. Dari total 928 saham yang diperdagangkan jumlah saham yang naik adalah 295.

Won telah kehilangan 8,1 persen terhadap dolar sepanjang tahun ini.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Korea 3-tahun yang paling likuid naik 0,6 basis poin menjadi 2,042 persen, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah Korea 10-tahun yang jadi acuan turun 4,5 basis poin menjadi 2,425 persen.

Baca juga: Saham Jepang ditutup lebih tinggi setelah Fed umumkan rencana tapering
Baca juga: Saham Australia berakhir menguat ditopang sektor teknologi dan bank
Baca juga: IHSG ditutup naik ikuti penguatan bursa regional dan global

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar