DPR: Calon Panglima harus pastikan tugas pokok TNI berjalan baik

DPR: Calon Panglima harus pastikan tugas pokok TNI berjalan baik

Mensesneg Pratikno (kedua kanan) menyerahkan Surat Presiden (Surpres) kepada Ketua DPR Puan Maharani (kedua kiri) didampingi Wakil Ketua DPR Lodewijk Freidrich Paulus (kiri) dan Rachmat Gobel (kanan), di Media Center DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (3/11/2021). Presiden Joko Widodo mengusulkan nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menjadi calon tunggal Panglima TNI kepada DPR, sebagai pengganti Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang akan memasuki masa pensiun. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/hp.

Kita ingin panglima TNI yang baru nanti bisa mewujudkan kekuatan TNI yang disegani di kawasan
Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan Panglima TNI ke depan harus memastikan tugas pokok TNI berjalan baik sebagai alat pertahanan negara.

Menurut dia tugas pokok TNI yaitu menegakkan kedaulatan, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 45 serta melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

"Kita ingin panglima TNI yang baru nanti bisa mewujudkan kekuatan TNI yang disegani di kawasan," kata Puan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan, tantangan TNI semakin besar karena tidak hanya menghadapi ancaman perang fisik tetapi juga ancaman perang siber.

Baca juga: Anggota DPR: Uji kelayakan calon Panglima TNI secara terbuka-tertutup

Baca juga: Komisi I laksanakan uji kelayakan calon Panglima TNI pada Sabtu


Menurut dia, ancaman siber tersebut menggunakan kemajuan teknologi, kecerdasan buatan, robotik, dan senjata presisi tinggi.

"Apalagi dengan semakin intensnya dinamika globalisasi dan situasi pasca-pandemi, serta tantangan dalam bidang pertahanan yang semakin dinamis," ujarnya.

Puan menilai seorang Panglima TNI dituntut mampu mengantisipasi perkembangan lingkungan strategis dan mampu membuat terobosan-terobosan baru yang bukan "business as usual" dalam mewujudkan TNI yang profesional dan modern dalam rangka menjamin tetap tegaknya kedaulatan negara yang dicintai rakyat.

Puan juga mengatakan, Panglima TNI ke depan harus menjaga soliditas internal demi menjaga NKRI.

"Kepada TNI, kita harus selalu ingat pesan Bung Karno, bahwa Angkatan Bersenjata Republik Indonesia harus kompak dan bersatu. Dan satu-satunya dasar agar supaya Angkatan Bersenjata Republik Indonesia berkompak satu yaitu dasar Pancasila," katanya.

Menurut dia, kalau memakai dasar lain, TNI akan terpecah belah sehingga Pancasila harus dipegang teguh.

Baca juga: Anggota DPR tidak persoalkan jumlah harta kekayaan Jenderal Andika

Selain itu Puan memastikan Komisi I DPR akan menuntaskan uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa pada akhir pekan ini.

Dia berharap dari uji kelayakan dan kepatutan tersebut dihasilkan Panglima TNI terbaik dan kompeten untuk membawa TNI menjadi kekuatan pertahanan yang unggul dan hebat.

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Soal Pemilu 2024, pengamat minta penguatan integrasi data

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar