Peparnas

Presiden Jokowi minta maaf dan berjanji hadir saat penutupan Peparnas

Presiden Jokowi minta maaf dan berjanji hadir saat penutupan Peparnas

Presiden Joko Widodo saat menjadi pembicara pada World Leaders Summit on Forest and Land Use yang digelar di Scotish Event Campus, Glasgow, Skotlandia, pada Selasa (2/11/2021). ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/Lukas/am.

Jayapura (ANTARA) - Presiden Joko Widodo meminta maaf karena tak hadir secara langsung dalam upacara pembukaan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Jumat, dan berjanji akan hadir saat penutupan pada 13 November.

"Tadinya saya akan ke Papua untuk membuka Peparnas XVI bertemu dengan atlet-atlet yang luar biasa dan tentunya Pace, Mace, kakak-kakak dan saudara semuanya," kata Jokowi dalam tayangan video yang diputar saat upacara pembukaan Peparnas Papua.

"Namun mohon maaf, saya tidak dapat hadir karena saya harus menjalani karantina setelah kembali dari luar negeri," dia menambahkan.

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga menyampaikan bahwa sebenarnya bisa saja membuka Peparnas Papua secara virtual. Namun presiden lebih memilih untuk hadir nanti dalam penutupan Peparnas Papua pada 13 November 2021.

Baca juga: Perjalanan Peparnas dalam bingkai sejarah
Baca juga: Masyarakat antusias saksikan pembukaan Peparnas Papua


"Sebenarnya tanggal 5 November 2021 pagi saya sudah tiba di Tanah Air dan bisa membuka Peparnas secara virtual dari Jakarta. Tapi saya lebih memilih hadir di penutupan nantinya di Jayapura, karena Papua selalu ada di hati saya," ujar Jokowi.

Presiden juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang hadir langsung di Bumi Cenderawasih untuk membuka Peparnas Papua.

"Saya yakin Peparnas di papua akan sukses penuh dengan prestasi dan meriah, torang bisa," pungkas Jokowi.

Seremoni pembukaan Peparnas Papua mengusung mengusung tema "Cahaya dari Timur Papua".

Hadir deretan musisi papan atas seperti Anggun, Nowela Mikhelia, dan dan Edo Kondologit. Selain itu artis lokal yang terlibat di antaranya Kaonak, Manggorap, Nogei, Shine of Black, Piter Ginuy, dan Irsa Yoku.

Baca juga: Belasan nakes dan tiga ambulans siaga saat pembukaan Peparnas Papua
Baca juga: Penonton Stadion Mandala Jayapura sudah paham pentingnya prokes


Pembukaan Peparnas juga menghadirkan beragam tarian tradisional dari berbagai daerah, termasuk Papua sebagai tuan rumah.

Dalam upacara pembukaan atraksi 500 drone yang akan menghiasi langit-langit di Bumi Cenderawasih. Drone tersebut didatangkan dari California dan Dubai lengkap dengan pilotnya dari Eropa dan Singapura.

Dari segi pengamanan, upacara pembukaan Peparnas Papua melibatkan 1.400 personel TNI-Polri.

Seluruh kegiatan Peparnas Papua bakal menerapkan protokol kesehatan ketat mengingat masih dalam kondisi pandemi COVID-19.

Pembatasan penonton saat seremoni pembukaan diberlakukan. Meski begitu, masyarakat akan tetap dapat menyaksikan kemegahan upacara pembukaan dengan hadirnya videotron di sejumlah titik di Jayapura.

Selain Kementerian Kominfo juga telah menginstruksikan agar semua siaran televisi dapat menyiarkan upacara pembukaan dan penutupan Peparnas secara langsung dan juga tersedia layanan live streaming YouTube.

Dalam pelaksanaannya, Peparnas Papua bakal diikuti tak kurang dari 1.985 atlet dari 33 provinsi bersaing dalam 12 cabang olahraga yakni angkat berat, atletik, boccia, bulu tangkis, catur, judo, menembak, panahan, renang, sepak bola CP, tenis lapangan kursi roda, dan tenis meja.

Peparnas Papua menjadi momentum dan panggung kesetaraan bagi atlet disabilitas. Peparnas ini juga menjadi ajang unjuk kemampuan atlet disabilitas untuk terus berprestasi mengharumkan nama daerah dan bangsa.

Baca juga: Rangkaian acara dan link live streaming pembukaan Peparnas Papua
Baca juga: 1.400 Personel TNI-Polri amankan pembukaan Peparnas XVI Papua
Baca juga: Upacara pembukaan Peparnas Papua tampilkan sesuatu yang berbeda

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Edisi Peparnas Papua

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar