Artikel

Kaum difabel sebagai aset bangsa

Oleh Andi Firdaus

Kaum difabel sebagai aset bangsa

Atlet paralimpik Idayani (kiri) dan Maridus Melianus (kanan) menyulut obor Peparnas saat upacara pembukaan Peparnas Papua di Stadion Mandala, Jayapura, Papua, Jumat (5/11/2021). Pembukaan Peparnas Papua tersebut bertemakan "Cahaya Kemenangan Dari Timur Papua". (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/nym)

setiap penyandang disabilitas pasti memiliki potensi diri yang dapat diangkat melalui prestasi olahraga
Jakarta (ANTARA) - Pekan Olahraga Nasional XX 2021 Papua berakhir di pertengahan Oktober 2021 dengan menghadirkan Jawa Barat sebagai peraih gelar bergengsi juara umum.

Namun gegap gempita perhelatan ajang olahraga di Indonesia belumlah usai. Karena itu fokus perhatian rakyat Indonesia jangan buru-buru dialihkan dari Bumi Papua.

Kini, sebanyak 1.985 atlet perwakilan 34 provinsi sedang berjibaku di 12 cabang olahraga demi merebut prestasi dan predikat tertinggi di gelaran Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) ke-16 yang baru saja dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Sabtu (6/11).

Mereka berlomba untuk menyumbangkan keping medali bagi kontingen masing-masing pada Peparnas ke-16 yang digelar hingga 13 November 2021.

Para atlet dengan disabilitas berlaga di cabang angkat berat, para-atletik, boccia, bulu tangkis, catur, judo, menembak, panahan, renang, sepak bola cerebral palsy (CP), tenis lapangan kursi roda, dan tenis meja.

Berkaca pada kesuksesan penyelenggaraan PON XX, Peparnas dipersiapkan lebih matang berdasarkan pengalaman penyelenggaraan sebelumnya.

"Tidak jauh berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya. Tetapi kalau yang dilakukan di Papua ini karena sudah diawali dengan kesuksesan PON, jadi tidak terlalu sulit," kata Menteri Pemuda dan Olahraga RI Zainudin Amali.

Kemenpora bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait sudah mempersiapkan secara optimal aspek kenyamanan dan fasilitas ramah disabilitas. Termasuk kebutuhan penginapan.

"Kesiapan melayani atlet Peparnas dan ofisial memang ada beberapa yang harus diubah, seperti akses kursi roda yang tadinya di lobi memang tidak ada, sementara kita buat," kata Sales Manager Hotel di Jayapura, Dedy Arisanti.

Persiapan lainnya yang telah dipenuhi adalah penambahan perlengkapan seperti alat mandi ember, gayung bagi mereka yang difabel dan juga pegangan di beberapa lokasi rawan.

Seluruh kelengkapan fasilitas penunjang itu kini disediakan di 39 hotel dan penginapan serta wisma atlet di Kota dan Kabupaten Jayapura untuk menampung 3.500 atlet dan ofisial.

"Yang menjadi persoalan kita itu di Papua ini sering sekali hotel yang tidak ada akses bagi difabel. Tapi syukur dengan koordinasi kita, hotel sukarela mau bantu," kata Koordinator Akomodasi PB Peparnas Papua John Mahumury.

Pemerintah juga membantu seluruh aspek yang diperlukan selama penyelanggaraan Peparnas ke-16, peralatan tanding, keamanan dan transportasi didesain untuk ramah disabilitas. Adapun aspek konsumsi, teknologi informasi dan publikasi serta kesehatan juga tak luput dari perhatian.

Baca juga: Round up - Pembukaan yang penuh makna awali Peparnas XVI di Papua
Baca juga: Masyarakat Jayapura padati Stadion Mandala empat jam sebelum pembukaan


Selanjutnya: Talenta-talenta hadir di Peparnas
 

Oleh Andi Firdaus
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ridwan Kamil berikan bonus kepada atlet Peparnas XVI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar