Jakarta (ANTARA/JACX) - Sebuah video beredar di platform YouTube menyebut kondisi kesehatan Presiden Joko Widodo melemah.

Unggahan video berdurasi dua menit 50 detik itu mengaitkan kondisi kesehatan Presiden Jokowi dengan ketidakhadiran Presiden dalam pembukaan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI di Stadion Mandala, Papua.

Berikut narasi yang disematkan dalam unggahan itu:
“KABAR DUKA Dari Presiden Jokowi, Kondisi Kesehatan Jokowi Lebih LEMAH Dari PERKIRAAN Kita, Mohon Doa”

Bahkan, video yang telah dilihat oleh 188 ribu pengguna YouTube dan disukai oleh lebih dari 2.000 pengguna lain itu menyebut Presiden Jokowi dilarikan ke rumah sakit pada tampilan sampul depan video.

Namun, benarkah kesehatan Presiden Joko Widodo melemah?
 
Tangkapan layar konten video hoaks yang menyebut kondisi kesehatan Presiden Joko Widodo melemah. (YouTube)


Penjelasan:
Presiden Joko Widodo, dalam tayangan video yang diputar saat pembukaan Peparnas XVI Papua, meminta maaf tidak dapat hadir secara langsung di Stadion Mandala karena harus menjalani karantina setelah kembali bertugas dari luar negeri.

"Sebenarnya tanggal 5 November 2021 pagi, saya sudah tiba di Tanah Air dan bisa membuka Peparnas secara virtual dari Jakarta. Tapi, saya lebih memilih hadir di penutupan nantinya di Jayapura, karena Papua selalu ada di hati saya," ujar Presiden Jokowi seperti terdapat dalam berita ANTARA.

Selain itu, ANTARA tidak menemukan satu konfirmasi resmi terkait kondisi kesehatan Presiden Joko Widodo yang melemah, baik oleh Biro Pers Setpres ataupun dari sumber arus utama lain.

Dengan demikian, konten video di YouTube yang menyatakan kondisi kesehatan Presiden Jokowi melemah merupakan hoaks. Video itu pun sudah tidak dapat dibuka lagi di YouTube.

Klaim: Kondisi Kesehatan Jokowi Melemah
Rating: Salah/Disinformasi

Cek fakta: Hoaks! Deklarasi Anies-Ganjar sebagai capres dan cawapres 2024

Baca juga: Presiden: Indonesia capai babak baru dalam vaksinasi COVID-19

Baca juga: Presiden Jokowi minta maaf dan berjanji hadir saat penutupan Peparnas

Pewarta: Tim JACX
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2021