Pakar: Makanan bergizi pengaruhi kesehatan mental

Pakar: Makanan bergizi pengaruhi kesehatan mental

Tangkapan layar - Pakar nutrisi dari IPB University Dr Rimbawan (kanan atas) dalam sesi diskusi di Jakarta, Selasa (9/11/2021). ANTARA/Indriani.

Jakarta (ANTARA) - Pakar nutrisi dari IPB University Dr Rimbawan mengatakan lebih banyak konsumsi makanan yang bergizi dapat meningkatkan kesehatan mental, terutama di tengah pandemi COVID-19.

“Salah satu faktor yang berperan dalam peningkatan kesehatan mental adalah makanan. Sebanyak 60 persen makan lebih banyak makanan bergizi dapat meningkatkan kesehatan mental,” ujarnya di Jakarta, Selasa.

Selain itu, sekitar 66 persen lebih banyak dan ruang pribadi penting untuk menjaga kesehatan jiwa dan 59 persen menerapkan rutinitas baru dengan istirahat di antara aktivitas sehari-hari dapat meningkatkan kesehatan mental.

Ia menambahkan survei Asia Pacific Health Inertia 2021 menyebutkan 60 persen konsumen di Indonesia mengatakan kondisi kesehatan mental mereka kurang ideal dan 63 persen konsumen di Indonesia mengatakan bahwa kesehatan fisik mereka saat ini kurang ideal.

Ada beberapa alasan utama penurunan fisik yakni 69 persen kurang aktivitas fisik, 42 persen mengonsumsi makanan yang tidak sehat, dan 31 persen berpotensi terpapar virus dan bakteri.

Sejumlah faktor yang berperan dalam peningkatan kesehatan fisik yakni 79 persen mengonsumsi makanan yang lebih sehat, 76 persen pengaruh positif dan keluarga, serta teman-teman untuk meningkatkan kesehatan fisik, dan 63 persen mengonsumsi suplemen kesehatan.

“Untuk makanan yang dapat meningkatkan kesehatan mental dengan konsumsi zat gizi tertentu seperti folat, magnesium, zat besi, seng, dan vitamin B6, B12 dan juga D,” kata Anggota Nutrition Advisory Board (NAB) atau Dewan Penasihat Nutrisi Herbalife Indonesia itu.

Baca juga: BKKBN: Lebih baik beli makanan bergizi untuk anak ketimbang rokok

Untuk aktivitas fisik dikategorikan cukup apabila seseorang melakukan aktivitas fisik selama 30 menit setiap hari atau minimal 3-5 hari dalam seminggu.

“Oleh karena itu, orang yang melakukan aktivitas fisik aktif selama tujuh jam dalam satu minggu mempunyai risiko 40 persen lebih rendah mengalami kematian dini dibandingkan mereka yang melakukan aktivitas fisik kurang dari 30 menit seminggu. Banyak sekali penurunan risiko penyakit jika seseorang melakukan sedikitnya 2,5 jam senam aerobik yang sedang secara intensif setiap minggu,” kata dia.

Senior Director & Country General Manager Herbalife Nutrition Indonesia Andam Dewi mengatakan hasil survei itu ditujukan untuk mengkaji dampak pandemi terhadap kesehatan mental dan fisik konsumen di Asia Pasifik selama setahun terakhir, serta sikap dan perilaku mereka terhadap peningkatan kesejahteraan mereka.

“Maka perlunya kesadaran tinggi terhadap peran penting dari berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan sehat, serta dukungan lingkungan dan komunitas dalam mencapai kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan,” katanya.

Asia Pacific Health Inertia Survey 2021 diselenggarakan pada Juli dan Agustus 2021 di 11 negara Asia Pasifik di antaranya Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Survei ini juga diikuti oleh 5.496 konsumen Herbalife Nutrition yang berusia di atas 18 tahun.

Baca juga: PDIB: Makanan sehat bergizi jaga imun jalani puasa
Baca juga: IDI ingatkan Anda jaga asupan gizi seimbang makanan yang disantap

Baca juga: Aplikasi telemedisin sebut kesehatan mental jadi fokus pasca-COVID

Pewarta: Indriani
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Halmahera Selatan giat turunkan angka stunting

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar