Vaksinasi masyarakat adat dan disabilitas memiliki tantangan khusus

Vaksinasi masyarakat adat dan disabilitas memiliki tantangan khusus

Tangkapan layar Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi (kiri atas) dalam Webinar "Tantangan Vaksinasi Inklusif Bagi Masyarakat Adat dan Kelompok Rentan" yang diikuti dari YouTube LaporCOVID-19 di Jakarta, Rabu (10/11/2021). (ANTARA/Andi Firdaus)

Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengemukakan program vaksinasi bagi masyarakat adat dan disabilitas memiliki tantangan secara khusus.

"Untuk masyarakat adat dan disabilitas sempat mengalami kendala nomor induk kependudukan sehingga tidak bisa mengakses layanan vaksinasi," kata Siti Nadia Tarmizi, dalam Webinar "Tantangan Vaksinasi Inklusif Bagi Masyarakat Adat dan Kelompok Rentan" yang diikuti dari YouTube LaporCOVID-19 di Jakarta, Rabu.

Nadia mengatakan tantangan itu telah diselesaikan Kemenkes RI melalui koordinasi dengan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri melalui penyediaan nomor induk kependudukan (NIK) bagi akses vaksinasi masyarakat.

Namun, kendala tak berhenti pada layanan NIK. Menurut Nadia, kendala yang juga dihadapi juru vaksin adalah menembus berbagai medan terjal, seperti perbukitan, gunung, hingga sungai yang hanya bisa dijangkau lewat pendampingan dari komunitas yang berkompeten, salah satunya kelompok pecinta alam.

"Kami berupaya mengakses dan mengedukasi masyarakat adat melalui kerja sama dengan klub pencinta alam, di mana tenaga juru vaksin tentunya datang setelah koordinasi dengan para pencinta alam ini," katanya.

Selain itu, Kemenkes juga mengerahkan bantuan kendaraan taktis milik TNI-Polri untuk menembus berbagai medan terjal di sejumlah pelosok Tanah Air untuk mengantar vaksin bagi kelompok adat.

Meski vaksin telah sampai di permukiman masyarakat adat, kata Nadia, juru vaksin juga perlu memikirkan tempat penyimpanan vaksin yang aman mengingat vaksin COVID-19 memerlukan pengelolaan rantai dingin.

Tantangan yang sama juga dihadapi juru vaksin terhadap kelompok sasaran disabilitas. Hambatan utamanya adalah pola komunikasi terhadap penyandang tunarungu maupun tunawicara dalam memberikan edukasi terkait manfaat vaksinasi.

"Kaum disabilitas harus datang ke fasyankes, mereka biasanya tidak nyaman dan tenaga kesehatan yang menjadi juru vaksin tidak semuanya yakin bisa membujuk disabilitas. Kami libatkan komunitas disabilitas, perangkat sekolah untuk memberikan vaksinasi secara bertahap," katanya.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ternate targetkan 21.000 anak terima vaksin COVID-19 dalam sebulan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar