TPS Pelindo renovasi rumah veteran di Surabaya

TPS Pelindo renovasi rumah veteran di Surabaya

Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT Terminal Petikemas Surabaya, Budi Satriyo saat memberi sambutan dalam aksi sosial kepada veteran yang dilakukan di Kompleks Cacat Veteran, Pakal, Benowo, Surabaya, Rabu (10/11/2021). (ANTARA/Abdul Malik Ibrahim)

Surabaya (ANTARA) - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) merenovasi rumah veteran di Kompleks Cacat Veteran, Pakal, Benowo, Surabaya, sebagai bagian penghargaan kepada pahlawan, khususnya para veteran dan purnawirawan yang tinggal di kawasan itu.

Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT Terminal Petikemas Surabaya, Budi Satriyo di Surabaya, Rabu, mengatakan selain melakukan renovasi juga membagikan sembilan bahan pokok (sembako) kepada sejumlah veteran.

"Hari ini kami ada program dan sedikit anggaran untuk kegiatan CSR kemanusiaan untuk masyarakat, dan ini adalah salah satu kegiatan dari beberapa kegiatan yang kami laksanakan dalam rangka Hari Pahlawan," kata Budi, ditemui di Pakal, Surabaya.

Ia mengatakan program TPS Pelindo ini adalah ucapan terima kasih kepada perjuangan para veteran, karena telah menjadikan Indonesia seperti saat ini, sehingga generasi penerus saat ini menikmati kemerdekaan.

Baca juga: Pangdam XVII: Hari pahlawan gelorakan semangat gotong-royong

Baca juga: Pandemi COVID-19 memunculkan banyak sosok pahlawan masa kini


"Tentu, kami dari para penerus akan melanjutkan perjuangan, yakni hari ini dengan berhadapan langsung memperjuangkan perekonomian, meski tidak kelihatan nyata, namun kami tetap memperjuangkan perekonomian untuk lebih baik," kata Budi.

Ia menjelaskan TPS Pelindo adalah salah satu anak usaha dari BUMN yang 99,5 persen saham dimiliki negara.

"Oleh karena itu, perjuangan para Pahlawan Kemerdekaan ini selalu menjadi inspirasi dan penyemangat bagi kami untuk terus bertumbuh menjadi bangsa yang tangguh," katanya.

Sementara itu, renovasi dilakukan di rumah Kustinah yang merupakan janda dari Almarhum Letda Salamoen, salah satu anggota pasukan pengawal Jenderal Besar Sudirman saat beliau memimpin perang gerilya di masa agresi militer II Belanda antara tahun 1948 - 1949.

Salamoen yang saat itu berusia 22 tahun dengan pangkat Sersan, tertembak oleh Belanda saat terjadi clash di area Kediri.

Jenderal Sudirman bersama dengan pasukan pengawal lainnya selamat dan dapat meneruskan perjalanan, sementara Salamoen harus berpura-pura mati saat pasukan Belanda tiba di lokasi.

Setelah pasukan Belanda meninggalkan lokasi, Salamoen berjalan kaki berusaha untuk menyusul rombongan Jendral Sudirman, namun akibat luka tembak di panggul kiri, beliau tidak mampu melanjutkan perjalanan hingga ditemukan warga kampung dan di bawa ke Kediri.

Sedangkan Kustinah, merupakan satu-satunya janda Pahlawan Gerilja yang saat ini masih ada di Komplek Pakal, hingga menjadi pertimbangan bagi PT Terminal Petikemas untuk melakukan renovasi hunian yang lebih nyaman.*

Baca juga: Petugas PPSU terima penghargaan karena selamatkan bocah tenggelam

Baca juga: Wapres ajak masyarakat tak gentar bangkit dari pandemi COVID-19

Pewarta: Abdul Malik Ibrahim
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

KA logistik dari Surabaya ke Jakarta untuk urai kemacetan jalan raya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar