Ekonom: Kucuran Rp1 triliun Gojek positif bagi UMKM dan pengemudi

Ekonom: Kucuran Rp1 triliun Gojek positif bagi UMKM dan pengemudi

Ilustrasi - Pengemudi Gojek. ANTARA/HO-Gojek/aa.

Kebijakan Gojek sebagai sebuah korporasi memberikan bantuan dana sebesar itu sungguh luar biasa. Seharusnya korporasi ataupun startup lainnya dapat mengikuti jejak yang sama.
Jakarta (ANTARA) - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal menilai kebijakan Gojek mengucurkan dana hingga Rp1 triliun selama pandemi COVID-19 berdampak positif bagi mitra Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan mitra pengemudi yang tergabung dalam ekosistem bisnisnya. 

Menurut Fithra, langkah Gojek itu bisa menjadi contoh bagi aplikator lain, mengingat dana Rp1 triliun yang dikeluarkan untuk membantu para mitra UMKM dan mitra pengemudi cukup besar.

"Kebijakan Gojek sebagai sebuah korporasi memberikan bantuan dana sebesar itu sungguh luar biasa. Seharusnya korporasi ataupun startup lainnya dapat mengikuti jejak yang sama. Kemajuan UMKM juga harus menjadi tanggung jawab swasta, seperti yang sudah ditunjukkan Gojek," ujar Fithra dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Fithra menambahkan dengan menyalurkan sebagian keuntungan untuk mitranya, Gojek membuktikan tidak hanya mementingkan keuntungan perusahaan, tetapi juga memikirkan para mitra pengemudi dan mitra UMKM.

"Bantuan besar dari Gojek tentu didasari situasi sulit yang harus dihadapi para mitra UMKM dan driver dalam kurun waktu hampir dua tahun terakhir. Selama pandemi COVID-19, pendapatan mitra UMKM maupun driver mengalami penurunan pendapatan yang cukup signifikan," kata Fithra.

Baca juga: GoFood hadirkan promo ongkir untuk pesanan dari resto terdekat

Pada Agustus 2020 Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) melakukan riset terhadap ekosistem Gojek. Hasilnya menunjukkan bahwa pada awal pandemi pendapatan mitra turun akibat pembatasan sosial.

Untuk itulah, Gojek berusaha untuk memberikan solusi. Perusahaan yang telah berusia 11 tahun itu kemudian melakukan intervensi dengan memberikan berbagai subsidi promo untuk mendorong daya beli.

"Selama pandemi memang terjadi penurunan daya beli. Dengan adanya intervensi seperti subsidi promo, konsumen yang tadinya tidak mau beli jadi memiliki keinginan untuk membeli. Harapannya ini bisa memberikan dampak yang signifikan bagi perekonomian," ujar Fithra.

Selain itu, lanjut Fithra, Gojek termasuk perusahaan yang paling peduli dalam kondisi pandemi. Tak hanya memberikan bantuan, Gojek juga melakukan aktivitas-aktivitas yang mendukung program pemerintah untuk mengurangi resiko penularan selama pandemi. Salah satu yang dilakukan adalah mendorong para mitra pengemudi maupun mitra UMKM untuk melakukan vaksinasi.

"Berbagai upaya yang dilakukan Gojek merupakan bentuk dari kepedulian dan dukungan terhadap program-program pemerintah untuk menuju proses pemulihan ekonomi nasional. Jika UMKM dapat bangkit lebih cepat, tentunya pemulihan ekonomi juga menjadi lebih baik lagi," kata Fithra.

Baca juga: Gojek kucurkan Rp1 triliun untuk bantuan mitra selama pandemi

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menparekraf luncurkan "Carbon Footprint Calculator"

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar