Peparnas

Jateng belum terkejar di para-atletik Peparnas Papua

Jateng belum terkejar di para-atletik Peparnas Papua

Pelari Jawa Tengah Rifki Ahmad Soleh berpacu dengan pelari lainnya pada final lari 800 meter putra klasifikasi T45-T46 Peparnas Papua di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (11/11/2021). Rifki Ahmad Soleh berhasil memecahkan rekor nasional dengan catatan waktu dua menit 12,85 detik. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/nym. (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

Jayapura (ANTARA) - Provinsi Jawa Tengah masih belum terkejar pada perolehan medali sementara cabang olahraga para-atletik Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua.

Dari data Technical Delegates (TD) Para-atletik Peparnas, Jumat, Jateng meraih total 72 medali, yakni 33 emas, 18 perak, dan 21 perunggu.

Data tersebut diperoleh hingga pertandingan pada Kamis (11/11) kemarin, sementara pertandingan Jumat ini masih berjalan hingga sore hari.

Baca juga: Jateng masih memimpin medali para-atletik Peparnas Papua

Di peringkat kedua, Jawa Barat masih bertahan dengan 25 emas, 17 perak, dan 14 perunggu sehingga total sementara dapat 56 medali.

Disusul kontingen tuan rumah Papua di peringkat ketiga dengan perolehan total 63 medali, terdiri atas 19 emas, 21 perak, dan 23 perunggu.

Urutan keempat, yakni Sumatra Utara dengan total 42 medali, yakni 18 medali emas, 18 medali perak, dan 6 medali perunggu.

Di peringkat kelima, Kalimantan Selatan yang mengumpulkan 12 emas, 11 perak, dan 15 perunggu sehingga total sementara sebanyak 38 medali.

Selain medali, setidaknya sudah 27 rekor terpecahkan di para-atletik hingga Kamis (11/11) kemarin, dan dimungkinkan akan bertambah lagi.

Baca juga: Rekornas para-atletik pecah di Peparnas Papua bertambah delapan
Baca juga: Mustopa tak menyangka pecahkan rekornas di Peparnas
Baca juga: Raih emas Peparnas, Evy Yunita semangati penyandang difabel

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ridwan Kamil berikan bonus kepada atlet Peparnas XVI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar