IGGI minta pimpinan Nahdlatul Ulama ciptakan suasana kondusif

IGGI minta pimpinan Nahdlatul Ulama ciptakan suasana kondusif

Ketua IGGI K.H. Ahmad Fahrur Rozi (dua kanan). ANTARA/HO-IGGI.

Tuduhan adanya intervensi dana asing, dukungan Yahudi, ..., tudingan aksi borong hotel, serta campur tangan pemerintah adalah fitnah.
Jakarta (ANTARA) - Ikatan Gus Gus Indonesia ( IGGI) menyikapi sejumlah dinamika yang terjadi terkait dengan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung dan meminta pimpinan organisasi agar menciptakan suasana kondusif dan sejuk.

"IGGI mengimbau segenap elite pimpinan NU agar bersama-sama menciptakan suasana sejuk dan kondusif, dan menahan diri tidak mengumbar berbagai rumor, isu, serta pernyataan yang penuh insinuasi," kata Ketua IGGI Dr. K.H. Ahmad Fahrur Rozi melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Sebagai pimpinan organisasi keagamaan yang diatur oleh tata kelola organisasi yang baik dan berhubungan satu sama lain, seluruh pihak harusnya mengedepankan akhlak mulia dan mampu menggunakan saluran organisasi untuk menyelesaikan perbedaan dan perselisihan.

"Bukan saling membuat statement, isu, fitnah tanpa bukti dan konfirmasi di ruang-ruang publik yang hanya menyita energi dan menggerus muruah organisasi," kata Wakil ketua PWNU Jawa Timur tersebut.

Dikemukakan pula bahwa setiap perbedaan yang ada harusnya diselesaikan di ruang rapat, bukan diumbar di media karena ini tidak elok bagi organisasi dan sebagainya.

Menurut dia, makin mengumbar pernyataan negatif maka kian menunjukkan tidak matangnya yang bersangkutan sebagai pemimpin.

IGGI melihat masih banyak persoalan penting organisasi yang harus diselesaikan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi dengan cara yang baik, bukan dengan mengumbar-umbar pernyataan di media massa, terlebih lagi di media sosial.

IGGI juga berharap kandidat Ketua Umum PBNU dan tim suksesnya lebih fokus berbicara program, strategi, serta visi dan misi kepemimpinan NU ke depan untuk menggerakkan roda organisasi bukan sibuk membuat provokasi.

"Tuduhan adanya intervensi dana asing, dukungan Yahudi, intervensi Kementerian Agama, tudingan aksi borong hotel, serta campur tangan pemerintah adalah fitnah. Sangat tidak mencirikan organisasi ulama," ujar Ahmad Fahrur Rozi yang juga Pengasuh Pondok Pesantren ANNUR 1 Bululawang Malang tersebut.

Baca juga: Muktamar NU bahas soal kemandirian ekonomi hingga teknologi digital

Baca juga: Pendaftaran Muktamar NU dilakukan secara daring berbasis NIK

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Presiden terima kunjungan Ketum PBNU terpilih

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar