Dinkes DKI ajak investor investasi di Jakarta

Dinkes DKI ajak investor investasi di Jakarta

Tangkapan layar Kepala Dinas DKI Jakarta Widyastuti ketika menjadi pembicara dalam sesi diskusi Jakarta Investment Forum di Jakarta, Jumat (12/11/2021). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Kami melakukan strategi berbasis komunitas
Jakarta (ANTARA) - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengajak para investor tidak ragu dalam berinvestasi di Ibu Kota karena pihaknya memiliki strategi kolaboratif dalam menangani pandemi dan didukung kasus COVID-19 yang terkendali.

"Kami mengundang Anda untuk menyambut masa depan dan menjadi bagian Jakarta kota kolaborasi," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti pada sesi urban health dalam Forum Investasi Jakarta (JIF) di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, Jakarta dalam menangani pandemi berkolaborasi dengan sejumlah pihak mulai TNI, Polri, komunitas/masyarakat hingga media.

Menyadari Jakarta sebagai episentrum COVID-19 ketika pertama kali merebak virus tersebut, pihaknya melakukan berbagai upaya termasuk vaksinasi.

Vaksinasi, lanjut dia, tidak hanya dilakukan dengan cara statis yakni masyarakat mendatangi sentra vaksinasi misalnya tempat publik di antaranya transportasi, sekolah, perkantoran hingga tempat ibadah namun juga berkeliling dengan mobil vaksinasi.

Baca juga: Anies undang investor tanamkan modal di Jakarta

Tak hanya itu, jam operasional juga diperpanjang tak hanya pagi hingga siang, namun juga sore hingga malam hari.

"Kami melakukan strategi berbasis komunitas karena masalah kesehatan harus ditangani bersama. Untuk itu integrasi layanan kesehatan itu penting," ucapnya.

Beberapa kali mengalami wabah di antaranya SARS, avian flu hingga demam berdarah, Jakarta lanjut dia, juga memiliki sistem peringatan dini melalui Jakarta "early detection and response system" dengan menggandeng sejumlah instansi.

Hasilnya, lanjut dia, selama dua bulan terakhir tingkat kasus positif COVID-19 di Jakarta mencapai 0,5 persen, jauh di bawah standar toleransi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ia menjelaskan untuk mendukung kegiatan pelacakan, pemeriksaan dan perawatan kasus COVID-19 atau 3T, pihaknya didukung 129 laboratorium dan 140 rumah sakit untuk menangani pasien COVID-19.

Baca juga: Anies tawarkan investasi dua proyek kepada investor Singapura

Begitu pula capaian vaksinasi di DKI yang mencapai 10,98 juta untuk vaksinasi dosis pertama dan 8,6 juta untuk vaksinasi dosis kedua per 11 November 2021.

"Kami berkomitmen untuk mempertahankan kapasitas testing. Dalam menangani pandemi, kami berkolaborasi sebagai kunci dengan pemerintah pusat, TNI, kepolisian dan rumah sakit swasta dan klinik," ucapnya.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar