Socceros Bungkam Der Panzer

Socceros Bungkam Der Panzer

Tim Nasional sepak bola Jerman melakukan latihan lari dalam sesi latihan di Duesseldorf, (28/3). Jerman akan bermain sepak bola pertandingan persahabatan melawan Australia di kota barat Jerman Moenchengladbach pada 29 Maret. (FOTO.ANTARA/REUTERS/Wo

Moenchengladbach, (ANTARA News) - Australia melancarkan balas dendam atas kekalahan menyakitkan tahun lalu di Piala Dunia, ketika dengan mengejutkan menang 2-1 atas tuan rumah Jerman dalam pertandingan persahabatan internasional Selasa malam.

Kemenangan Socceroos atas Der Panzer ini merupakan kemenangan kali pertama. Drama kemenangan itu berawal ketika striker Jerman Mario Gomez membuat tuan rumah memimpin.

Gol itu dibalas dua gol pada babak kedua bagi Australia yang dilahirkan pemain tengah Blackpool David Carney serta lewat tendangan penalti pemain Dynamo Moscow, Luke Wilkshire. Alhasil, Jerman terkapar, sebagaimana dikutip dari AFP.

Ini merupakan kemenangan pertama Australia atas Jerman setelah mereka tiga kali kalah beruntun, terakhir di Durban Juni lalu ketika Jerman menghajar tim Socceroos itu 4-0 pada laga pembuka Piala Dunia di Afrika Selatan.

Pelatih Jerman Joachim Loew menanggung akibat karena ia menurunkan tim lemah sehingga mereka kalah amat memalukan selama kepemimpinannya dalam tim itu empat setengah tahun.

Tapi ia berusaha berkelit dengan mengatakan dalam pertandingan itu mereka kurang beruntung.

"Kekalahan ini karena kurang beruntung," kata Loew, "Pada babak pertama saya kira para pemain muda saya sudah bekerja dengan bagus."

"Tapi pada babak kedua kami lebih banyak menyia-nyiakan kesempatan," katanya.

Bagi pelatih Australia, Holger Osieck asal Jerman, yang baru menangani timnya Agustus dan membawa timnya ke final Piala Asia Januari, kemenangan itu tidak dipungkiri merupakan penampilan terbagus timnya selama ini.

"Sebenarnya sudah dapat diduga sebelum pertandingan bahwa kami dapat memenanginya," kata Osieck, yang pernah menjadi asisten pelatih Jerman ketika mereka meraih gelar Piala Dunia 1990 di Italia.

"Sebagai tambahah, saya tahu tim Jerman amat bagus dan bermutu. Tapi kami ingin mengimbangi mereka dan para pemain saya berhasil melakukannya," katanya.

"Kami memiliki beberapa kelemahan pada babak pertama dan amat cepat kehilangan bola. Tetapi pada babak kedua kami bertambah bagus," katanya.

Tiap tim menurunkan empat pemain yang bermain pada pertemuan mereka di Durban.

Pemain dari Galatasary, Harry Kewell (32) memimpin serangan tim Australia dan tim Socceroos itu dikapteni rekannya dari Turki, Lucas Neill (33) yang membangun pengalaman pada tim Australia dengan pemain dari Fulham Mark Schwarzer (38) di mulut gol.

Pemain tengah asal Everton, Tim Cahill, tidak dapat turun karena mengalami cedera kaki.

Loew mengistirahatkan beberapa pemain bintang dan pemain tengah Dortmund Sven Bender melakukan debutnya bersama kapten Bastian Schweinsteiger dari Bayern Munich, yang tampil internasional untuk ke-87 kalinya.

Duet dari Dortmund, Mats Hummels dan Marcel Schmelzer, plus Andre Schuerrle dari Mainz, termasuk di antara pemain uji coba tim Jerman.

Setelah permainan diawali dengan lamban, akhirnya kartu kuning keluar untuk pemain Australia Mile Jedinak karena melakukan tindak kekekerasan atas Christian Traesch dan tuan rumah memimpin melalui pemain bintang Bayern, Mario Gomez.

Dengan memanfaatkan umpan lambung dari Schuerrle, Gomez menggetarkan gawang lawan pada menit ke-26 dari pinggir area penalti.

Babak pertama pertandingan diisi dengan beberapa peluang bagi kedua tim tetapi tidak dapat dimanfaatkan dengan baik pada laga yang berlangsung monoton.

Dengan amat sederhana, Carney lolos dari barisan bertahan Jerman dan dengan tidak terduga mengecoh penjaga gawang Jerman Tim Wiese pada menit ke-61, sehingga kedudukan menjadi imbang.

Traesch kemudian mengasari Kewell di area berbahaya dan wasit Prrancis Stephane Lannoy menunjuk titik putih pada menit ke-63 dan hasilnya membuat penonton tuan rumah bungkam.

Loew memasukkan striker veteran Miroslav Klose dalam usaha menyelamatkan kedudukan timnya, tetapi ia tidak dapat berbuat banyak.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar