Reisa: Level PPKM terus turun karena antusiasme vaksinasi warga tinggi

Reisa: Level PPKM terus turun karena antusiasme vaksinasi warga tinggi

Tangkapan layar - Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro dalam Keterangan Pers Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan COVID-19 yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat (12/11/2021). ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti.

Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro menekankan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terus mengalami penurunan karena adanya antusiasme tinggi masyarakat pada kegiatan vaksinasi.

“Selain solidaritas masyarakat yang diperlihatkan, masyarakat dengan saling membantu dan menaati protokol kesehatan serta peraturan PPKM darurat seperti menurunkan mobilitas,” kata Reisa dalam Keterangan Pers Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat.

Reisa menyebutkan, uji coba adaptasi kebiasaan baru dengan pembukaan bertahap yang dilakukan pada bulan Oktober lalu, membuat kota-kota di Indonesia seperti Kota Blitar, Jawa Timur berhasil menurunkan level PPKM hingga mencapai level 1.

Baca juga: Menkes: Masyarakat disiplin prokes kehidupan bisa kembali normal

Penurunan level PPKM di daerah tersebut, juga didukung oleh antusias tinggi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan seperti menjalankan vaksinasi COVID-19.

Reisa menegaskan saat ini, pemerintah terus menggencarkan proses vaksinasi di setiap daerah supaya dapat sampai ke masyarakat, khususnya pada kelompok rentan seperti penduduk lanjut usia (lansia) agar segera membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) secara penuh.

Untuk dapat memperluas cakupan vaksinasi sampai pada kelompok rentan, kata dia, pemerintah daerah perlu membantu lewat berbagai upaya seperti perluasan sentra vaksinasi, memanfaatkan vaksin keliling serta menggalakkan vaksinasi secara door to door atau menjemput orang yang memiliki kesulitan mendapat akses vaksin.

Selain itu, kampanye mengenai vaksinasi dan mutu vaksin melalui media juga harus dijalankan oleh pemerintah daerah yang ada di seluruh provinsi di Indonesia supaya masyarakat yang masih ragu dapat ikut disuntik vaksin COVID-19.

Baca juga: Ahli prediksi tidak ada gelombang 3 jika pintu masuk RI dijaga ketat

Lebih lanjut dia menjelaskan saat ini sudah lebih dari 215 juta dosis vaksin telah disuntikkan kepada masyarakat Tanah Air. Oleh sebab itu, dia berpesan bagi yang belum mendapatkan vaksin untuk segera mendaftarkan diri sebagai salah satu bentuk antisipasi mencegah terjadinya gelombang ketiga COVID-19.

Reisa meminta semua pihak terus bahu membahu mengantarkan keluarga yang belum divaksin untuk mendaftarkan diri dan saling mengedukasi untuk tidak memilih-milih merek vaksin yang telah disediakan oleh pemerintah.

Ia juga mengatakan meskipun level PPKM di setiap daerah sudah menurun, semua pihak diimbau untuk tetap memakai masker, rajin mencuci tangan, jaga jarak, jauhi kerumunan serta selektif dalam melakukan mobilitas sosial.

“Pemerintah sekarang tumbuhkan kesadaran agar tangani wabah COVID-19 dari titik sekecil apapun sebelum menjadi besar. Selesaikan sebelum menyebar dengan cepat,” tegas dia.

Baca juga: Kemenko PMK: Aktivitas masyarakat di Natal-tahun baru tidak dibatasi
Baca juga: Masih ada kabupaten/ kota dengan skor kepatuhan bermasker < 60 persen

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kapolri dorong warga vaksinasi, antisipasi penularan varian Omicron

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar